Penutupan Jalur 10 Stasiun Manggarai Tidak Mengurangi Perjalanan KRL

Penutupan harus dilakukan untuk keselamatan karena pekerjaan konstruksi menggunakan alat-alat berat.

Penutupan Jalur 10 Stasiun Manggarai Tidak Mengurangi Perjalanan KRL
Warta Kota/Gede Moenanto
ILustrasi. Stasiun Manggarai diperluas dan pembangunan tengah dilaksanakan. 

Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa meluruskan adanya isu soal penumpukan penumpang imbas penutupan jalur 10 Stasiun Manggarai.

Ditekankannya, penutupan jalur 10 Stasiun Manggarai tidak mengurangi jumlah perjalanan commuter line.

"Penutupan jalur 10 manggarai tidak mengurangi perjalanan krl, dan alokasi jalur digantikan ke jalur 8, jalur 5 dan jalur 4 Stasiun Manggarai," jelas Eva dihubungi pada Jumat (25/1/2019). 

Terkait hal tersebut, sosialisasi diungkapkannya, telah dilakukan sejak awal pekan lalu melalui pengumuman di stasiun, petugas pelayanan di KRL dan seluruh media sosial yang terhubung langsung dengan pengguna.

Selain itu, PT KCI juga menempatkan sebanyak empat hingga enam orang petugas tambahan di jalur 10 Stasiun Manggarai untuk membantu mengarahkan pengguna jasa.

"Pembangunan manggarai memerlukan dukungan semua pihak karena pembangunan ini dilakukan untuk kemajuan dan perkembangan transportasi berbasis rel khususnya krl, kereta jarak jauh dan ka bandara dimana nantinya perjalanan akan dapat ditambah maksimal jika pembangunan selesai," jelasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, penutupan jalur 10 Stasiun Manggarai dilakukan oleh satuan kerja Balai Tehnik Perkeretaapian, Kementrian Perhubungan yang sedang melakukan pembangunan Stasiun Manggarai.

Penutupan harus dilakukan untuk keselamatan selama 45 hari ke depan.

Langkah tersebut dilakukan lantaran pekerjaan konstruksi menggunakan alat-alat berat.

Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral pertemuan dari empat arah yaitu Bogor, Bekasi, Tanah Abang, dan Jakarta Kota terus dikebut pembangunannya oleh Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) Kementerian Perhubungan.

Nantinya, Stasiun Manggarai akan dibangun menjadi tiga lantai yang memisahkan perjalanan KRL lintas Bogor/Depok-Jatinegara/Jakarta Kota, KRL lintas Bekasi-Jakarta Kota, kereta bandara, dan kereta jarak jauh.

Apabila diamati, saat ini pekerjaan revitalisasi Stasiun Manggarai masih dalam proses pembangunan khususnya yang berada di jalur 8, 9, dan 10. Jalur 8 dan 10 merupakan jalur aktif yang saat ini dikhususkan untuk KRL lintas Jatinegara-Depok/Bogor dan Jakarta Kota/Depok/Bogor. Sedangkan untuk jalur 9 merupakan jalur yang dikhususkan untuk kereta bandara.

Guna cepat terselesaikannya proses revitalisasi Stasiun Manggarai serta demi keamanan dan keselamatan para pengguna jasa, mulai dari Rabu (23/1/2019) selama sekitar 45 hari ke depan jalur 10 Stasiun Manggarai tidak bisa melayani naik dan turun penumpang.

Hal tersebut dikarenakan adanya pekerjaan konstruksi dengan alat berat. Dengan penutupan jalur 10 tersebut maka para pengguna jasa di Stasiun Manggarai yang akan menuju Depok/Bogor dilayani KRL di jalur 8, 5 dan 4.

Selain melayani tujuan Depok/Bogor, di jalur 5 Stasiun Manggarai juga melayani KRL lintas Bogor/Depok-Jatinegara dan Bogor/Depok-Jakarta Kota, sementara untuk jalur 4 selain melayani KRL tujuan Depok/Bogor juga melayani KRL tujuan Bekasi/Cikarang.

Penutupan jalur tersebut merupakan hasil koordinasi yang sudah dilakukan antara BTPWJB, PT KAI Daop 1 Jakarta, dan PT KCI. Saat ini PT KCI mengoperasikan 936 perjalanan KRL dengan 71 persen perjalanan diantaranya melintas Stasiun Manggarai.

Selain dilalui KRL, Stasiun Manggarai juga dilalui kereta jarak jauh, kereta barang, dan kereta bandara dengan total perjalanan 725 perjalanan kereta per hari, sehingga menjadikan Stasiun Manggarai sebagai stasiun tersibuk di Jabodetabek.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved