Minta Gudang Narkoba di Sekolah Jakbar Ini di Garis Polisi, Ketua DPRD DKI Diprotes

Menurut salah satu pengurus mengatakan pemasangan garis polisi bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah itu.

Minta Gudang Narkoba di Sekolah Jakbar Ini di Garis Polisi, Ketua DPRD DKI Diprotes
Istimewa
PRASETYO Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta 

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta agar gudang narkoba yang di sebuah sekolah di Jakarta Barat dipasangi garis polisi (police line).

Hal tersebut ia sampaikan, saat meninjau tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya narkotika jenis sabu dengan total 355,56 gram serta psikotropika golongan IV dan obat daftar G sebanyak 7.910 tablet.

"Saya minta di police line dulu. Karena ini ada tindak pidana. Ini sekolah loh, sekarang sudah ada narkoba masuk. Saya minta dar kepolisian tindakannya," ujar Prasetio Edi Marsudi dilokasi, Jumat (25/1/2019).

Namun permintaan Prasetio Edi Marsudi mendapat penolakan keras dari pengurus yayasan yang mengelola SMK tersebut.

Bagaimana Cara Membedakan Kosmetik Asli dan Palsu, Ini Penjelasan BPOM

Warga Suka Cita Saat Rumahnya di Kota Bekasi Dapat Program Pasang Listrik Gratis

Menurut salah satu pengurus mengatakan pemasangan garis polisi bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah itu.

"Yang ada malah akan menggangu proses belajar mengajar, kasihan mereka. Kita harus bisa lihat dampaknya dong," ucap pengurus.

"Ini bukan pabrik, jangan menggangu anak-anak belajar siswa kita. Apalagi kan bapak (Prasetio Edi Marsudi) wakil rakyat, harus melindungi kami," tambahnya.

Hampir 50 Persen Penerima Sertifikat Tanah di Tangerang Selatan Tidak Hadir di Pondok Cabe

Miliarder George Soros Sebut Presiden China Xi Jinping Musuh Paling Berbahaya

Sementara Prasetio Edi Marsudi tetap berharap kepolisian dapat mengungkap tuntas peredaran narkoba apalagi yang berada di lingkungan sekolah.

"Di sini saya menekan kepada Polda Metro Jaya untuk tindak tegas. Diambil sikap hukum jelas. Tidak boleh istilahnya tebang pilih," ucap Prasetio Edi Marsudi.

Diketahui ada dualisme kepengurusan di Sekolah ini. Padahal tinjauan Prasetio Edi Marsudi merupakan tindak lanjut dari Ketua Pembina yayasan bersangkutan yang khawatir.

Kekahawatiran itu akibat tak ada pengawasan polisi di lokasi dan ditemukannya barang bukti narkoba.

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved