Properti

Perkembangan Infrastruktur Dongkrak Pertumbuhan Properti 2019

PERTUMBUHAN properti 2018 tidak terlalu menggembirakan. Namun, tahun ini optimis industri properti akan tumbuh seiring pembangunan infrastruktur.

Perkembangan Infrastruktur Dongkrak Pertumbuhan Properti 2019
Istimewa
KETUA Umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia Lukas Bong (tengah) sedang memberikan pandangannya tentang sektor properti di Indonesia dalam acara Outlook Property 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1/2019). 

PERTUMBUHAN properti tahun 2018 lalu tidak terlalu menggembirakan. Kondisi ekonomi nasional dan global yang kurang stabil membuat para investor dan konsumen menahan diri untuk berinvestasi di sektor properti.

Kondisi stagnan yang terjadi tahun 2018 lalu diperkirakan tidak akan berlanjut di tahun ini. Meskipun tahun politik, pertumbuhan properti di tahun 2019 ini akan meningkat.

Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan pembangunan infrastruktur yang sudah hampir rampung menjadi penggerak bagi pertumbuhan properti tahun ini.

Tunjuk Sinergi Stern Investindo, LLC, Investor Besar AS Siap Bangun Properti di Indonesia

IGNATIUS Untung selaku Country General Manager Rumah123.com sedang memberikan paparan mengenai Outlook Property 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).
IGNATIUS Untung selaku Country General Manager Rumah123.com sedang memberikan paparan mengenai Outlook Property 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1/2019). (Istimewa)

“Tahun 2018 lalu penjualan properti untuk menengah ke atas sangat berat. Hanya hunian subsidi yang mengalami kenaikan signifikan. Hal ini karena kondisi rupiah yang terus mengalami pelemahan. Tahun ini kami optimis industri properti akan tumbuh,” papar Totok dalam acara Rumah123.com Property Outlook 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1/2018).

Menurut Totok, pembangunan infrastruktur hampir semua akan rampung pada bulan April mendatang. Sebut saja, Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail transit (LRT), dan beberapa ruas jalan tol. Hal ini akan memacu pertumbuhan di daerah-daerah sekitar infrastruktur itu.

“Seiring dengan itu, pembangunan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD) akan tumbuh di sekitar proyek infrasturktur yang baru dibangun. Ini menarik bagi end user (konsumen). Meskipun sebagian besar hunian TOD dikuasai BUMN, namun pengembang swasta juga mengincar daerah di sekitar TOD tersebut,” tutur Totok. 

LTV Bank Indonesia

IGNATIUS Untung selaku Country General Manager Rumah123.com sedang memberikan pandangannya tentang sektor properti di Indonesia dalam acara Outlook Property 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1/2019).
IGNATIUS Untung selaku Country General Manager Rumah123.com sedang memberikan pandangannya tentang sektor properti di Indonesia dalam acara Outlook Property 2019 di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta, Kamis (24/1/2019). (Istimewa)

Kepala Bidang Primer Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Asep Nurwanda mengatakan, sektor konstruksi dan sektor real estate diperkirakan tetap tumbuh stabil sejalan dengan progress investasi bangunan serta keberlanjutan penyediaan infrastruktur, dan program-program perumahan rakyat.

“Penerimaan sektoral properti meningkat 6,9% dari tahun 2017 ke tahun 2018. Realisasi penerimaan pajak dari sektor ini mencapai Rp 83,51 triliun per 31 Desember 2018. Tahun 2019 ini pemerintah terus berkomitmen mendukung program perumahan melalui APBN sebesar Rp 10,39 triliun,” papar Asep.

Sementara Manajer Departemen Makro Prudensial Bank Indonesia Bayu Adigunawan mengatakan pemerintah dipastikan akan memberikan dukungan besar di tahun 2019 dengan adanya infrastruktur yang semakin membaik diberbagai area.

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved