Pemilik Lahan yang Mengakibatkan Kaki Tiga Bocah Melepuh Bisa Dipidana Jika Terbukti Sengaja

Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan unsur lainnya menunggu terkait hasil uji laboratorium sampel tanah.

Pemilik Lahan yang Mengakibatkan Kaki Tiga Bocah Melepuh Bisa Dipidana Jika Terbukti Sengaja
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kondisi yang dialami Muhamad Ramadan (8) yang terkena luka bakar usai kakinya amblas di tanah kosong di Kampung Kramat Blancong, RT 01, RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. 

Pemilik lahan tempat tiga bocah yang kakinya mengalami luka bakar saat bermain di lahan kosong di Kampung Kramat Blancong, RT 01, RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi pada Kamis, (10/1/2019) lalu, bisa dikenakan pidana.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito mengatakan pemilik lahan bisa dipidanakan melanggar undang-undangan lingkungan hidup, jika pemilik lahan itu terbukti sengaja menjadikan lahan kosong sebagai tempat pembuangan limbah berbahaya.

"Bisa saja (pidana), kalau ada unsur kesengajaan, atau ada unsur dia lalai, itu ada undang-undang yang mengaturnya. Kita tunggu hasil penyelidikan," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (23/1/2019).

Kondisi yang dialami Muhamad Ramadan (8) yang terkena luka bakar usai kakinya amblas di tanah kosong di Kampung Kramat Blancong, RT 01, RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Kondisi yang dialami Muhamad Ramadan (8) yang terkena luka bakar usai kakinya amblas di tanah kosong di Kampung Kramat Blancong, RT 01, RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Untuk membuktikan itu, kata Rizal, pihaknya yang bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi dan unsur lainnya menunggu terkait hasil uji laboratorium sampel tanah yang diduga mengandung limbah berbahaya.

Termasuk, memeriksa perizinan peruntukan dari lahan itu.

"Jadi kita tunggu hasil lab itu, kita juga dalami perizinan lahan itu. Sedang kita terus dalam penanganan kasus itu. Sejumlah saksi juga kita lakukan pemeriksaan," ucapnya.

Saat ini, kata Rizal, pihaknya telah memeriksa delapan saksi termasuk pemilik lahan yang diketahui bernama Hartono terkait kasus tersebut.

"Periksaan enam saksi dari orang-orang yang bertanggung jawab atas lahan itu. Termasuk dua korban luka bakar itu. Total, delapan orang sudah kita periksa," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Rizal, pemilik lahan mengaku tidak mengetahui bahwa lahan yang dimilikinya digunakan senagai lahan pembuangan limbah.

"Sementara, pengakuan pemilik lahan, dia tidak tahu lahannya dijadikan pembungan limbah, pengakuannya masih kita dalami," katanya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved