Kesehatan

Kepala P2P Dinas Kesehatan Kota Bekasi: Kota Bekasi Masih Aman dari KLB Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi masih berstatus aman diawal tahun 2019 ini.

Kepala P2P Dinas Kesehatan Kota Bekasi: Kota Bekasi Masih Aman dari KLB Demam Berdarah
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, saat ditemui Warta Kota, di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kamis (24/1/2019) 

WARTA KOTA, BEKASI --- Sejumlah wilayah di Indonesia mulai bermunculan wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD), terlebih saat musim penghujan ini.

Banyak faktor yang menjadi penyebab berkembangnya nyamuk aedes aegypti sebagai vektor DBD, salah satunya dari sisa air hujan yang menggenang di penampungan air.

Bahkan wilayah DKI Jakarta masuk dalam kategori waspada Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD).

Untuk Kota Bekasi, Dinas Kesehatan masih mendata jumlah pasien yang menderita DBD.

Setiap Rumah di Jakarta Utara Ada Jumantik Mandiri untuk Cegah Demam Berdarah Dengue

"Pasien DBD Januari 2019 hingga hari ini masih kita data dari laporan-laporan dari puskesmas maupun rumah sakit," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dezi Syukrawati, saat ditemui Wartakota, di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kamis (24/1/2019).

Meski demikian, kata Dezi, penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bekasi masih berstatus aman pada awal tahun 2019 ini.

"Dari laporan dan pantauan lapangan di seluruh rumah sakit dan puskesmas situasi DBD di Kota Bekasi sejauh ini aman tidak mengkhawatirkan, wilayah kita tidak masuk Kejadian Luar Biasa (KLB)," ujarnya.

Dezi menjelaskan, Kota Bekasi memang pernah mengalami jumlah kasus DBD yang cukup tinggi pada tahun 2016 yaitu 3.813 dengan jumlah kematian 50 orang.

Kecamatan Setu dan Serpong Jadi Lokasi Rawan Demam Berdarah di Tangerang Selatan

Namun, setelah segala upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Kesehatan angka itu bisa ditekan dan turun jumlah penderita DBD.

Dari awal 2016 itu ada 3.813 kasus, pada tahun 2017 menjadi 699 kasus dan 626 kasus pada 2018.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved