Galian Utilitas dan Kabel Semrawut, Anies Targetkan Bulan Januari 2019 Konsep Penataan Kelar

Galian utilitas serta semrawutnya galian kabel di Ibukota kembali disinggung Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Galian Utilitas dan Kabel Semrawut, Anies Targetkan Bulan Januari 2019 Konsep Penataan Kelar
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

Gambir, Warta Kota -- Galian utilitas serta semrawutnya galian kabel di Ibukota kembali disinggung Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan.

Dirinya menjanjikan konsep penyelesaian permasalahan yang terjadi sejak lama itu akan dirampungkan pada akhir bulan Januari 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Anies merujuk progres sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditugaskan khusus menangani kesemrawutan utilitas.

BUMD yang tidak disebutkannya itu katanya akan menegaskan semua utilitas harus tertata lewat bawah tanah.

Hanya saja, Anies menyebutkan fase penataan utilitas di wilayah Ibu Kota telah dimulai, di antaranya penyusunan fase awal yang meliputi wilayah dan tenggat waktu pengerjaan yang akan berakhir pada bulan Januari 2019 mendatang.

"Sebentar lagi ada pengumuman khusus soal itu. Nanti saya sampaikan lagi, sudah kita tugaskan BUMD untuk bereskan," kata Anies kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (24/1/2019).

Anies menjelaskan, penataan utilitas dikerjakan secara bertahap dan harus bekerjasama dengan pemilik utilitas.

Sebab, mayoritas utilitas yang semerawut tersebut ddidominasi milik Perusahaan Listrik Negara, (PLN), Telkom dan fiber optik (FO) pihak swasta.

Mantan Menteri pendidikan itu menilai bahwa kerjasama dengan PLN sudah ada pembicaraan, begitu juga dengan telepon yang diberikan saran olehnya dengan membuat rute penyelesaian yang dilakukan secara bertahap.

"Kami berharap pemilik utilitas FO dapat bekerjasama dengan baik," ungkapnya.

Selain itu, pemindahan utilitas sebagai langkah penataan diharapkannya tidak mengganggu aliran air, lalu lintas serta aspek keselamatan.

Dirinya tidak ingin peristiwa penggalian utilitas seperti Cawang, Jakarta Timur pada tahun 2018 kembali terulang.

Teknis penggalian utilitas yang tidak baik diungkapkannya memicu penyumbatan aliran air yang berujung pada genangan di wilayah Cawang.

Genangan akhirnya dapat dihilangkan usai petugas membongkar beton penutup yang menghalangi saluran air.

"Hal-hal yang mengganggu saluran air nanti kita minta untuk dipastikan aman semua," jelasnya. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved