Badan Pajak DKI Jakarta Luncurkan Logo Baru, Ini Maknanya

Arti Logo BPRD menggunakan warna gradasi pada logo menampilkan citra modern, dinamis dan fleksibel

Badan Pajak DKI Jakarta Luncurkan Logo Baru, Ini Maknanya
istimewa
logo BPRD DKI Jakarta 

Badan Pajak dan Retribusi Daerah DKI Jakarta meuncurkan logo barunya.

Plt Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin dalam siaran persnya mengatakan, logo baru ini merupakan perubahan dari Organisasi Dinas Pelayanan Pajak ke warna dan bentuk yang baru yang mempresentasikan sikap dinamis, modern dan fleksibel sebagai Badan Pelayanan Pajak yang profesional dan dapat dipercaya.

Ia juga mengatakan oencapaian target penerimaan adalah tujuan utama BPRD di tahun 2019 yang memiliki target sebesar Rp. 44,180 triliun atau meningkat sebesar Rp. 6 triliun dari target tahun 2018.

Filosofi Logo BPRD adalah diambil dari inisal huruf “B” sendiri yang diambil dari kalimat BPRD.

Terdiri dari bentuk Obor Api berkobar yang digambarkan dengan warna semu merah agar selalu tumbuh dan maju dengan harapan meningkatnya penerimaan pajak daerah, diilhami pula dengan bentuk Api Tugu Monas yang fleksibel dan dinamis mencirikan nuansa Hijau.

Arti Logo BPRD menggunakan warna gradasi pada logo menampilkan citra modern, dinamis dan fleksibel. Kata Jakarta sendiri berartikan bahwa BPRD berasal dari Kota Jakarta.

Filosofi Warna adalah Warna hijau merepresentasikan citra BPRD yang mampu memberikan pelayanan yang ramah, selalu berinovasi, religius serta tim yang saling bekerjasama dalam memberikan kenyamanan untuk melayani Sahabat Pajak (customer-oriented).

Warna biru mewakili nilai persatuan, integritas, profesionalisme yang diterapkan oleh BPRD dalam memberikan pelayanan publik, agar tumbuh transparansi dan rasa kepercayaan oleh Sahabat Pajak.

 Warna merah mewarnai pucuk obor api yang mewakili nilai keberanian, energi yang tidak pernah padam dan semangat yang membara di BPRD untuk menjadikan kota Jakarta sebagai “Smart City”.

 Untuk Tipografi huruf cetak menggunakan font Metropolis yaitu jenis font Sans Serif yang memberikan kesan modern, minimalis, dinamis, serta lebih mudah untuk dibaca. Penggunaan huruf kecil pada logo memberikan citra BPRD yang rendah hati (humble) dan berfokus pada Wajib Pajak (customer-oriented) dan BPRD merupakan sebuah brand name, bukan sebuah singkatan.

Untuk Konsep Komunikasi Warna Merah adalah Ajakan Membayar Pajak. Konsep ini menggambarkan hal seperti pengingat atau peringatan untuk membayar pajak dan membujuk secara halus, dengan harapan Wajib Pajak BPRD membayar pajaknya secara sukarela dan timbul rasa bangga.

Konsep Komunikasi Warna Biru adalah Kegiatan. Konsep ini memberikan informasi kegiatan BPRD di internal maupun eksternal (pendataan, diskusi penertiban, kunjungan, dan lainnya) dengan harapan timbul rasa kepercayaan Wajib Pajak terhadap BPRD sebagai badan pelayanan pajak yang profesional.

Konsep Kegiatan Warna Hijau adalah Edukatif. Konsep ini menginformasi berita terbaru tentang pajak dan informasi seputar pajak yang bersifat edukatif, dengan harapan Wajib Pajak BPRD dapat mengetahui, memahami dan menambah wawasannya tentang pajak.

 Untuk penggunaan konsep gambar supergraphic bentuk “pita” diambil dari logo BPRD pula. Bentuk ini merepresentasikan sikap dinamis dan fleksibel sebagai badan pelayanan pajak yang profesional dan dapat dipercaya.

Diharapkan dengan perubahan Logo ini maka BPRD sebagai organisasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi semakin muda, berani, fleksibel, dinamis dan modern memasuki masa yang baru seiring perubahan nama dan bentuk dari sebelumnya yang bernama DPP (Dinas Pelayanan Pajak) atau bahkan era sebelumnya lagi yang masih legendaris bernama Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah).

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved