VIDEO: PDI P Sebut Wajar Kalau Australia Kesal Abu Bakar Baasyir Dibebaskan

Eddy Kusuma Wijaya menilai wajar apabila Australia melakukan protes terkait rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir.

Anggota Komisi II DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Eddy Kusuma Wijaya menilai wajar apabila Australia melakukan protes terkait rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir.

Hal itu dikarenakan Baasyir menjadi mastermind peledakan bom di Bali yang mayoritas korban berasal dari negeri kangguru itu.

"Korban bom bali yang korbannya waktu itu kan cukup besar menghancurkan 2 kafe besar. Korbannya melebihi 200 orang yang paling banyak jadi korban waktu itu adalah Australia. Ya wajar sih mereka melakukan suatu kriitk atau protes atas keputusan itu karena warga negaranya paling banyak jadi korban," kata Eddy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Meski begitu, Eddy mengatakan Australia harus menghormati keputusan terkait rencana pembebasan pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu.

"Tapi keputusan itu bukan keputusan Australia tapi itu berdasarkan hukum Indonesia. Wajar-wajar saja pemerintah Indonesia memainkan peran hukumnya," tegasnya.

Lebih lanjut, Eddy menegaskan pembebasan Abu Bakar Baasyir tidak berbau politis.

Dia mengatakan pemerintah sudah menjalankan sesuai dengan pedoman hukumnya, sehingga Abu Bakar Baasyir dinilai dapat bebas bersyarat setelah menjalani 2/3 masa tahanan.

"Kalau sih ya tidak saya kaitkan ke tahun politik ya,karena itu berdasarkan dari dasar hukum saja," ujarnya.

"Kemudian ini menjadi pedoman bagi pemerintah,antara lain ya abu bakar Ba'asyir sudah menjankan sekian tahun hukuman," tambahnya.

Eddy mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir atas pembebasan tersebut, sebab Abu bakar Baasyir sudah terlalu tua dan sering sakit, sehingga tidak mungkin melakukan kegiatan terorisme kembali.

"Kemudian atas dasar kemanusiaan karena dia udah sakit dan terlalu tua juga,Sehingga tidak mungkin beliau melakukan kegiatan terorisme kembali," tutupnya.(*)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved