Australia Terbuka Junior 2019

PP Pelti Puji Pencapaian Priska Madelyn di Grand Slam Australia Terbuka Junior

Priska menyerah dari unggulan 9 Kamilla Bartone dalam 3 set dengan skor 3-6, 6-3, 3-6 dalam waktu 1 jam 47 menit.

PP Pelti Puji Pencapaian Priska Madelyn di Grand Slam Australia Terbuka Junior
Pelti
Priska Madelyn Nugroho di babak ketiga turnamen Grand Slam Australia Terbuka Junior 2019 

PETENIS junior Priska Madelyn Nugroho mencapai babak 16 besar atau babak ketiga di debutnya di Grand Slam Australia Terbuka Junior 2019.

Priska menyerah dari unggulan 9 Kamilla Bartone dalam 3 set dengan skor 3-6, 6-3, 3-6 dalam waktu 1 jam 47 menit.

Meski kandas di babak 16 besar, namun Priska telah menorehkan catatan prestasi terbaik dengan mengalahkan unggulan 6 di babak kedua. Ia mengalahkan Lee Ma dari Amerika Serikat dengan skor 5-7, 6-3, 6-0 dalam waktu 78 menit.

Keberhasilan Priska menembus babak ketiga disambung baik oleh PP Pelti.

"PP Pelti sangat bangga dengan prestasi Priska saat ini. Mengingat ini pertama kali Priska turun dalam satu event Grand Slam. Kita berharap kedepannya Priska bisa terus maju dan membawa nama Indonesia berkibar kembali di kancah Grand Slam," ujar Humas PP Pelti Wynne Prakusya kepada media, Rabu (23/1/2019).

Langkah Priska Madelyn Nugroho Terhenti di Australia Terbuka Junior

Pelatih Priska, Ryan Tanujoyo sejak awal menilai Priska bisa mengatasi perlawanan Bartone namun kali ini ia kurang beruntung di poin-poin penting.

"Priska sebenarnya memiliki peluang untuk memenangi babak 16 besar ini, namun memang kurang beruntung pada poin-poin penting di set ketiga," ulas pelatih Ryan Tanujoyo.

Ryan berharap Priska bisa memetik pengalaman berharga di tingkat Grand Slam Junior sebagai bekal berjuang di turnamen selanjutnya.

Sementara Susan Soebakti, Wakil Sekjen PP Pelti yang menyaksikan langsung pertandingan di lapangan nomor 19 Melbourne Park, Australia itu berharap Priska bisa berkembang lebih jauh lagi.

"Semoga penampilan Priska di Australia Terbuka ini juga menginspirasi petenis junior Indonesia lainnya untuk berani bertarung di level elit tenis dunia," tandasnya.

Penulis: Dewi Pratiwi
Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved