Pilpres 2019

Sandiaga Menguak Alasan Kemenangan Pilkada DKI Jakarta akan Terulang Saat Pilpres

Dia sudah melihat tanda-tanda seperti Pilgub DKI, semua kalangan masyarakat bersinergi dan isu utamanya adalah ekonomi.

Sandiaga Menguak Alasan Kemenangan Pilkada DKI Jakarta akan Terulang Saat Pilpres
Warta Kota/Istimewa
ILustrasi. Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahudin Uno melepas sepatu yang dikenakannya dan berjalan nyeker atau tanpa alas kaki saat mendatangi lokasi dialog bersama Kelompok Petani se-Kabupaten Bekasi di Desa Kedung Jaya, Kecamatan Babelan, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (22/1/2019). Aksi itu dilakukan lantaran jalan warga berubah menjadi kubangan besar ketika hujan tiba. 

Cawapres nomor 02 Sandiaga Uno berkeyakinan hasil Pilpres 2019 akan sama seperti Pilkada DKI 2017 lalu.

Dalam hal ini yang dimaksud Sandiaga, dia akan mengalahkan calon petahana.

"Saya sudah melihat tanda-tanda seperti Pilgub DKI, semua kalangan masyarakat bersinergi dan isu utamanya adalah ekonomi," katanya usai menghadiri konsolidasi relawan di Surabaya, Senin (21/1/2019) malam.

Di Pilgub DKI yang dimenangkannya bersama Gubernur DKI Anies Baswedan, dia sama sekali tidak memiliki dukungan seperti yang dimiliki calon petahana saat itu, yakni Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

"Sebagai petahana, semua mereka punya, baik dukungan modal dan infastrukturnya. Kami hanya memiliki semangat warga DKI sebagai pendukung," jelasnya.

Sementara itu, Koordinator Relawan Sahabat Prabowo Sandi Jawa Timur, Fauzi Mahendra, juga memiliki keyakinan yang sama bahwa Pilpres akan seperti Pilkada DKI 2017.

Karena itu, 87 hari jelang hari pemungutan suara Pilpres, pihaknya akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat khususny wilayah selatan Jawa Timur.

"Kami punya lebih dari 10.000 relawan akan bergerak door to door. Satu relawan minimal bisa mengajak 10 orang untuk memilih Prabowo-Sandi," ujarnya.

Pasangan Prabowo-Sandiaga di pilpres 2019 diusung Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Keadilan Sejahtera.

Sementara, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diusung PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Nasdem, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Hanura.  (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal)

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved