Presiden Sebut Ustaz Abu Bakar Baasyir Harus Setia pada NKRI dan Pancasila

Saat ini, pembebasan bersyarat Ustaz Abu Bakar Baasyir tengah dikaji oleh Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Presiden Sebut Ustaz Abu Bakar Baasyir Harus Setia pada NKRI dan Pancasila
Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/1). 

PRESIDEN Joko Widodo mengatakan bahwa pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasyir harus sesuai dengan prosedur hukum dan undang-undang.

Hal ini disampaikan presiden kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).

Dalam siaran pers yang diterima Warta Kota dituliskan bahwa presiden memberikan penjelasan tentang pertimbangan aspek kemanusiaan untuk Ustaz Abu Bakar Baasyir.

Kepala Negara menegaskan bahwa dirinya tidak akan bertindak dengan menyalahi prosedur hukum dalam proses yang dilakukan soal Ustaz Abu Bakar Baasyir.

"Ustaz Abu Bakar Baasyir sudah sepuh dan kesehatannya sering terganggu. Ya bayangkan kalau kita sebagai anak melihat orang tua kita sakit-sakitan seperti itu. Itulah (sebelumnya) yang saya sampaikan secara kemanusiaan."

Meski demikian, dalam prosesnya, terdapat aspek lain yang harus tetap ditaati, yaitu prosedur hukum yang sesuai dengan perundang-undangan.

"Ini namanya pembebasan bersyarat. Bukan pembebasan murni, pembebasan bersyarat. Syaratnya itu harus dipenuhi. Contohnya setia pada NKRI, setia pada Pancasila. Itu sangat prinsip sekali," tuturnya.

Saat ini, pembebasan bersyarat Ustaz Abu Bakar Baasyir tengah dikaji oleh Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Untuk sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, Presiden menyerahkan kepada Ustaz Abu Bakar Baasyir.

Penulis: Alex Suban
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved