Harimau Jokowi Gugat Prabowo karena Tuding Selang Cuci Darah di RSCM Dipakai Hingga 40 Kali

Menurutnya, Prabowo diduga melanggar Pasal 34 ayat 3 a dan b UU tentang Partai Politik serta Pasal 1364 KUH Perdata sebagai perbuatan melawan hukum.

Harimau Jokowi Gugat Prabowo karena Tuding Selang Cuci Darah di RSCM Dipakai Hingga 40 Kali
TRIBUNNEWS/VINCENTIUS JYESTHA
Ketum Harimau Jokowi Saiful Huda (memegang surat gugatan) bersama anggota dan kuasa hukumnya, saat mengajukan gugatan kepada Prabowo Subianto di PN Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019). 

ORGANISASI Kemasyarakatan (ormas) bernama Harimau Jokowi, melayangkan gugatan perdata kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Prabowo Subianto digugat terkait ucapannya yang menyinggung soal selang cuci darah di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang ia tuding dipakai berulang hingga 40 kali.

Ketua Umum Harimau Jokowi Saiful Huda menegaskan, tudingan Prabowo Subianto terhadap salah satu rumah sakit nasional itu adalah kebohongan publik dan meresahkan masyarakat.

Prabowo Sebut Selang Dipakai 40 Orang, Ini Proses Cuci Darah Bagi Pasien Ginjal di RSCM

"Hari ini Pimpinan Pusat Harimau Jokowi telah melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap kasus pembohongan publik yang dilakukan Prabowo Subianto, baik dalam kapasitasnya sebagai pribadi, Ketum Partai Gerindra, dan kita juga ajukan kepada BPN Prabowo-Sandiaga," ujar Saiful di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (21/1/2019).

Sebelum mengajukan gugatan, ia mengatakan timnya sudah menemui pihak manajemen RSCM untuk mendapatkan persetujuan, perihal pengajuan pihak yang turut tergugat dalam gugatan, yakni sebagai saksi.

"Sebetulnya kami datang ke sana untuk membuat pemberitahuan kepada pihak RSCM bahwa RSCM akan kita libatkan dalam gugatan perdata ini. Tetapi itu bukan sebagai pihak tergugat, melainkan turut tergugat, agar RSCM sungguh-sungguh memberikan kesaksian di pengadilan nanti," paparnya.

Prabowo: Banyak Dokter Kita Gajinya Lebih Kecil dari Tukang Jaga Parkir Mobil

Menurutnya, Prabowo diduga melanggar Pasal 34 ayat 3 a dan b UU tentang Partai Politik serta Pasal 1364 KUH Perdata sebagai perbuatan melawan hukum.

Kuasa hukum Harimau Jokowi Petrus Selestinus mengatakan, timnya juga akan melaporkan Prabowo Subianto ke Bareskrim Polri dalam waktu dekat.

"Jadi laporan pidana ke Mabes Polri karena Prabowo sebagai calon pemimpin (capres), seharusnya sikapnya seorang negarawan. Kalau negarawan itu berbicara dan bersikap ke publik harus menyampaikan hal-hal yang benar," papar Petrus.

Alat Pendeteksi Tsunami Bakal Dijaga Anggota TNI

"Tapi Prabowo justru menyampaikan berita bohong, yang seharusnya dia patut menduga bahwa apa yang disampaikan terhadap publik tentang satu selang dipakai beberapa pasien cuci darah itu, harusnya didukung dengan bukti. Dan tujuan dia itu tidak lain untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi sekaligus menjatuhkan reputasi RSCM," imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, surat gugatan tersebut didaftarkan dengan nomor 76/Pdt.G/2019/Pn.JktSel.

Ada pun pihak yang digugat oleh Harimau Jokowi adalah tergugat I Prabowo Subianto, baik selaku pribadi maupun capres, tergugat II Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, tergugat III Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dan turut tergugat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

KPU Sebar 500 Undangan Debat Perdana Pilpres 2019, KPK dan Komnas HAM Dipastikan Tak Hadir

"Paling tidak dua minggu sejak didaftarkan, penggugat baru akan mendapatkan jadwal sidang. Kita juga minta prosesnya bisa dipercepat," jelas Petrus.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menuding RSCM menggunakan selang cuci darah secara berulang ulang hingga bisa dipakai 40 kali.

Tudingan itu dilontarkan Prabowo Subianto saat berbicara mengenai masalah keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, 30 Desember 2018 lalu. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved