Penipuan

Dijanjikan Kerja Jadi Asisten Dokter dengan Gaji Tinggi, Laptop dan HP Digasak Penipu

Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai asisten dokter di RS Polri Kramat Jati bergaji besar

Dijanjikan Kerja Jadi Asisten Dokter dengan Gaji Tinggi, Laptop dan HP Digasak Penipu
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah) saat menjelaskan kasus penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai asisten dokter di RS Polri Kramat Jati bergaji besar. 

Semanggi, Warta Kota -- Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap kasus penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai asisten dokter di RS Polri Kramat Jati bergaji besar.

Pelaku adalah seorang perempuan yakni DCP (22) alias Dian. Dalam aksinya Dian berhasil memperdayai korban yakni Ega Kaniawati.

Pelaku menggasak tas korban berisi satu unit laptop merk Asus warna hitam, 1 unit HP merek Vivo warna merah dan satu paket ijazah korban dari SD sampai SMK.

Namun berdasar laporan korban, petugas berhasil membekuk pelaku di kawasan Jakarta Pusat, awal Januari lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan kasus bermula saat korban Ega mendapat informasi dari pelaku adanya lowongan pekerjaan menjadi asisten dokter atau perawat di RS Polri Kramat Jati dengan gaji besar serta berbagai tunjangan fasilitas, pada 12 Desember.

"Pelaku mengaku sebagai petugas di RS Polri Kramat Jati dan mengklaim bisa memasukkan siapapun kerja di sana. Karenanya ia menelpon beberapa orang termasuk korban," kata Argo, Selasa (22/1/2019).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah) saat menjelaskan kasus penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai asisten dokter di RS Polri Kramat Jati bergaji besar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (tengah) saat menjelaskan kasus penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai asisten dokter di RS Polri Kramat Jati bergaji besar. (Warta Kota/Budi Sam Law Malau)

Dengan janji dan iming-iming pelaku, korban menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan dan bertemu pelaku di Jakarta Pusat.

"Setelah bertemu, pelaku mengatakan kepada korban bahwa harus dilakukan check up terlebih dahulu kepada korban sebagai persyaratan kerja," kata Argo.

Korban pun bersedia melakukan checkk up kesehatan berupa tes darah dan lainnya di RS Agung, Manggarai, Jakarta Selatan.

"Lalu pelaku mengajak korban ke rumah sakit khusus THT di Jakarta Pusat untuk check THT, karena di rumah sakit sebelumnya tidak ada layanan cek THT," kata Argo.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved