Cegah Nyamuk DBD, 2.000 Lavender akan Ditanam di Permukiman Warga Marunda

Pemkot Jakarta Utara mengupayakan cara alami pencegahan demam berdarah dengan menanam bunga lavender untuk mengusir nyamuk dari permukiman warga.

Cegah Nyamuk DBD, 2.000 Lavender akan Ditanam di Permukiman Warga Marunda
Kompas.com
Meski sebagian besar bunga lavender belum mekar di awal Desember, tak menghalangi sejumlah wisatawan untuk menikmati suasana di Bridestowe Lavender Estate, Tasmania. 

Sebanyak 2.000 lavender akan ditanam di permukiman warga di Kelurahan Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Penanaman lavender tersebut untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus Demam Berdarah Dengue (DBD). 

Lurah Marunda Hilda Damayanti mengatakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus gencar dilakukan setiap minggunya menghadapi musim pancaroba.

Upaya penanaman lavender juga tidak luput dilakukan. 

“Jumat nanti kita juga akan melaksanakan kegiatan pencanangan penanaman 2.000 lavender yang dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk di pemukiman warga,” ujar Hilda, Selasa (22/1).

Menurut Hilda upaya tersebut dilakukan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti sekaligus memininalisir kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Apalagi pada tahun 2018 silam ada temuan kasus DBD. 

“Tahun 2018 di wilayah Kelurahan Marunda ada dua kasus DBD, diharapkan tahun ini tidak ada lagi kasus DBD. Semua unsur harus peduli dan melakukan upaya pencegahan penyakit DBD,” ujar Hilda.

Hilda juga mengimbau kepada warga Marunda untuk menggiatkan PSN 3M Plus.

Selain itu, warga perlu melakukan penutupan ventilasi dengan kasa nyamuk untuk menekan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. 

Berbagai upaya pencegahan berkembang biaknya jentik nyamuk juga terus dilakukan seperti penebaran ikan cupang di sejumlah tempat penampungan air. 

Langkah lain juga diupayakan dengan menebar bibit ikan mujair. 

“Kami menyebar bibit ikan mujair di kolam atau empang kosong karena berdasarkan hasil survey vektor dari Depkes ditemukan nyamuk anopheles yang menyebabkan penyakit malaria dan untuk memutus mata rantainya kami menyebar ikan mujair,” katanya. 

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved