Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi Baru 3 Bulan Tinggal di Bekasi

Penyebar hoaks ijazah palsu Presiden Jokowi baru tiga bulan tinggal di Bekasi di sebuah kontrakan.

Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi Baru 3 Bulan Tinggal di Bekasi
Warta Kota/Muhammad Azzam
Rumah kontrakan di Bekasi yang ditinggali penyebar hoaks soal ijazah palsu Presiden Jokowi. 

Sebaliknya, kata Dedi Prasetyo, kepastian keaslian ijazah Jokowi sejak awal tak perlu diragukan lagi.

Ijazah Jokowi dianggap palsu karena SMAN 6 Surakarta baru berdiri pada 1986. Sedangkan di ijazah Jokowi ia tertulis lulus pada tahun sebelumnya, dengan nama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).

Dari keterangan Kepala SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto, SMPP diketahui merupakan cikal bakal SMA 6 Surakarta. Jokowi merupakan lulusan perdana dari jurusan IPA. Karenanya, ijazah Jokowi pun dipastikan asli.

Karena perbuatannya, kata Dedi Prasetyo, pelaku disangkakan pasal berlapis, yakni pasal 14 ayat 2 dan pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 dan atau pasal 207 KUHP.

Tahun Kelulusan Jokowi Bikin Heboh, Ini Penjelasan Sekolah

Tahun kelulusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ramai diperdebatkan di media sosial.

Perdebatan tersebut berawal dari kicauan pemilik akun Twitter @IreneViena.

Pemilik akun bahkan mengaku rela mati bila benar Jokowi merupakan lulusan SMA Negeri 6 Surakarta antara tahun 1977 sampai 1982.

Karena menurut dia, SMAN 6 Surakarta baru berdiri pada tahun 1986.

Kepala Sekolah SMAN 6 Surakarta Agung Wijayanto kepada Kompas.com, Rabu (16/1/2019)  menjelaskan, sekolah itu dahulunya bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP).

Sekolah didirikan pada 26 November 1975 pada era Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Syarief Thayeb.

Pendirian SMPP sesuai dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 025b/0/1975 tentang Pembukaan Beberapa Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan di Provinsi Tingkat I Jawa Tengah.

Selain di Solo, lanjut Agung, dalam SK Menteri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pembukaan SMPP juga dilakukan di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purwodadi.

"Kemudian sekolah (SMPP) menerima murid angkatan pertama baru tahun 1976. Angkatan pertama itu, termasuk di dalamnya Pak Jokowi," kata Agung.

Seiring perkembangan waktu, pada tahun 1985, SMPP berubah nama menjadi Sekolah Menengah Utama Tingkat Atas dan kemudian berubah menjadi SMAN 6 Surakarta sampai sekarang.

Perubahan nama sesuai dengan surat keputusan Meneteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0353/0/1985.

"Pak Jokowi lulus tahun 1980. Maka logis kalau ijazahnya Pak Jokowi bunyinya tidak SMAN 6 Surakarta. Ijazahnya Pak Jokowi masih SMPP," ungkap Agung.

Rekam Jejak Jokowi

Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir ingin pemilihan presiden 2019 disertai dengan adu gagasan dan rekam jejak dalam kontestasi Pilpres 2019.

Seperti dilansir Tribunnews Erick menerangkan, untuk itu publik dapat menelisik rekam jejak setiap pasangan calon untuk menjadi pemimpin.

Dia pun mengklaim Jokowi, lebih baik ketimbang calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Kalau bicara track record gampang lah. Perbandingkan track record pak Jokowi dan capres lain di google," ujar Erick di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (27/11/2018).

"Dilihat dari yang cerita - cerita dulu, dimulai dari 1998, 1996 coba. Kelihatan, itu fakta," kata Erick.

Erick mengaku cukup mengenal Jokowi sebagai figur pemimpin yang serius membangun Indonesia.

Jokowi, ucap Erick, tokoh yang karirnya dimulai dari kota kecil kemudian punya mimpi besar membangun daerah secara merata.

"Itu yang harus kita apresiasi. Masa orang daerah tidak boleh bangun indonesia, masa kita Jakarta sentris terus. Kita itu Indonesia, tidak fair kalau penduduk di Papua, pendapatanya tidak sebesar penduduk di Indonesia tapi bayar bensinya lebih mahal. Tidak fair, bagaimana pendidikan di kalimantan, kalah bagus dengan Jawa," ujarnya.

Erick menjelaskan, agenda Nawacita yang saat ini berjalan akan terus ditingkatkan. Jika empat tahun belakangan, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla fokus di bidang infrastruktur.

Ke depan, ia meyakini, Nawacita Jilid II akan terkonsentrasi pada pembangunan manusia.

"Itu kenapa di nawacita II kita akan terus tingkatkan. Itu yang dijanjikan beliau, dan itu saya yakini," ujarnya.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved