Menag Ingatkan Gejala Penyamaran atau Desepsi Ajaran Agama di Tahun Politik

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan bahwa di tahun politik yang panas ini harus disikapi dengan kepala dingin

Menag Ingatkan Gejala Penyamaran atau Desepsi Ajaran Agama di Tahun Politik
dok.Kemenag
Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam talkshow pada acara Rapat Pimpinan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama di Hotel Alana, Sentul, Bogor, Senin (21/1/2019). Acara dipandu Najelaa Shihab. 

Semanggi, Warta Kota -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan bahwa di tahun politik yang panas ini harus disikapi dengan kepala dingin oleh segenap umat beragama di Indonesia agar persatuan tetap terjaga

Sebab katanya belakangan ini muncul fenomena perang urat syaraf yang berujung pada penistaan, caci maki, bahkan kekerasan fisik yang dibungkus dengan ajaran agama.

"Hal ini dapat mengancam persatuan bangsa dan mendesepsi ajaran agama Islam yang sebenarnya," kata Lukman dalam siaran pers yang diterima Warta Kota, Senin (21/1/2019).

Lukman mengingatkan hal itu dalam talkshow pada acara Rapat Pimpinan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama di Hotel Alana, Sentul, Bogor, Senin (21/1/2019).

Acara dipandu Najelaa Shihab, pegiat pendidikan yang merupakan pendiri Sekolah Cikal, Jakarta.

Menurut Menag, sebagian elemen masyarakat saat ini terlihat begitu berlebihan dalam mengekspresikan keberagamaannya.

"Sehingga bisa melakukan aksi yang justru bertentangan dengan esensi agama," kata Lukman.

Agama, tambah Menag, pada prinsipnya menjaga kemuliaan manusia yang sudah termaktub secara eksplisit dalam al-Quran.

"Agama juga tidak mungkin berperan mensegregasi, tetapi menyatukan, merangkul, dan mengayomi semua elemen manusia tanpa terkecuali. Maka aksi kontra humanisme, seperti penistaan, caci maki, bahkan kekerasan yang mengusung ajaran agama adalah bentuk kesalahan menyerap ajaran agama" papar Lukman.

Di depan 300 pejabat Ditjen Pendidikan Islam Kemanag, Lukman menekankan agar seluruh jajarannya sudah selesai dengan pemahaman ini.

Halaman
12
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved