Ironi Kali Pisang Batu Bekasi Meski Baru Dibersihkan Muncul Lagi Lautan Sampah

Memang, panjang lautan sampah tidak separah saat beberapa waktu lalu, diperkirakan sekitar 100 meter.

Ironi Kali Pisang Batu Bekasi Meski Baru Dibersihkan Muncul Lagi Lautan Sampah
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kondisi Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi kembali muncul lautan sampah, Senin (21/1/2019). 

Kali Pisang Batu di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi kembali muncul tumpukan sampah setelah belum lama dibersihkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, beberapa hari lalu.

Pantauan Warta Kota, panjang lautan sampah tidak separah saat beberapa waktu lalu, diperkirakan sekitar 100 meter.

Air kali pun juga terlihat berwarna hitam dan mengeluarkan bau meskipun tidak separah usai dibersihkan.

Kondisi Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi kembali muncul lautan sampah, Senin (21/1/2019).
Kondisi Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi kembali muncul lautan sampah, Senin (21/1/2019). (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Muhtasor (50) warga sekitar Kali Pisang Batu mengatakan, tumpukan sampah terjadi setelah seminggu diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi menggunakan alat berat.

"Habis beres dibersihkan hilang tidak ada sampah 1 mingguan kemarin. Ini muncul lagi dua hari ini. Tapi memang tidak separah sebelumnya," katanya saat ditemui, Senin (21/1/2019).

Muhtasor, menduga tumpukan sampah ini kembali muncul akibat hujan lebat yang terjadi beberapa hari lalu sehingga membawa sampah ke kali ini.

"Kalau saya lihat ini memang ada sampah sisaan yang belum ke angkut, tapi yang banyaknya memang sampah kiriman yang terbawa aliran kali saat hujan deras," ucapnya.

Ia berharap, agar supaya sampah ini bisa kembali dibersihkan dan pemerintah setempat menemukan solusi terbaiknya.

"Memang harus dicari solusi jangka panjangnya, sampah-sampah ini kebanyakan kiriman dari wilayah di hulu kali, kalau dari warga setempat jarang bahkan engga ada setelah ada himbauan dan peringatan Lurah dan Camat usai pengangkutan itu," ujarnya.

Sementara Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto menyebut sampah itu kembali muncul akibat jaring yang dipasang di Kali Bancong perbatasan antara Kabupaten Bekasi dengan Kota Bekasi jebol sehingga sampah dari hulu Kota Bekasi mengaliri ke Kali Pisang Batu.

"Itu (tumpukan sampah kembali) ada jaring jebol di perbatasan Kota dan Kabupaten. Debit air naik, sampah kebawa aliran hingga terdorong karena banyak dan deras jaring sampai jebol terus sampah mengalir ke Kali Pisang Batu mentok di bendungan warga untuk pengairan sawah," kata saat dikonfirmasi, Senin (21/1/2019).

Namun, kata Dodi pihaknya akan berusaha mengupayakan melakukan pembersihan dan pengakutan sampah kembeli di Kali Pisang Batu.

"Kita akan lakukan upaya pembersihan dan pengangkutan. Tapi engga bisa pakai alat berat kembali, tidak ada anggarannya. Tapi Rabu kemarin kita sudah kerahkan warga bersihkan sampah-sampah itu, nanti kita kerahkan rutin. Tumpukan sampah itu juga tidak sebanyak kemarin-kemarin," paparnya.

Sebelumnya, lautan sampah di Kali Pisang Batu, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi selesai diangkut pada Selasa (15/1/2019). Lautan sampah sepanjang 1,5 meter itu berisikan sampah rumah tangga, kayu, bahkan kasur.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved