Ini 4 Jalur KA di Jawa Barat yang Akan Diaktifkan Kembali, Cibatu-Garut Jadi Prioritas 

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan mengaktifkan kembali empat jalur kereta api (KA) non aktif di Jawa Barat sehingga dapat kembali digunakan.

Ini 4 Jalur KA di Jawa Barat yang Akan Diaktifkan Kembali, Cibatu-Garut Jadi Prioritas 
BNP/Yurri Erfansyah
SEJUMLAH orang yang terdiri dari wartawan, komunitas, dan karyawan PT KAI melintas di atas Jembatan KA Cisurupan, Kabupaten Garut, yang sudah tidak berfungsi lagi, Selasa (21/3/2017). PT KAI mendorong pengaktifan kembali atau reaktivasi jalur kereta Cibatu-Garut Kota-Cikajang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang pernah jadi urat nadi distribusi di selatan Jabar pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Jalur sepanjang 47 kilometer tersebut dibuka pada 14 Agustus 1889. 

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) akan mengaktifkan kembali empat jalur kereta api (KA) non aktif di Jawa Barat sehingga dapat kembali digunakan.

Keempat jalur tersebut adalah rute Cibatu - Garut - Cikajang sepanjang 47,5 kilometer, rute Rancaekek - Tanjungsari sepanjang 11,5 kilometer, rute Banjar - Pangandaran - Cijulang sepanjang 82 kilometer, dan rute Bandung - Ciwidey sepanjang 37,8 kilometer.

Kepala Humas PT KAI Agus Komarudin menyampaikan, reaktivasi jalur KA ini didukung pemerintah pusat dan daerah, dengan harapan dapat mendorong daerah sekitar untuk lebih berkembang dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

VIDEO: Jokowi Tinjau Pengaktifan Kembali Rel di Garut

2019, Jalur KA Semarang-Yogyakarta via Borobudur Masuk Tahap Prakonstruksi

Dia menambahkan, skema pendanaan reaktivasi jalur KA di wilayah tersebut disarankan oleh regulator atau pembuat kebijakan untuk didanai oleh KAI.

"Namun demikian KAI masih mengevaluasi sumber dana yang harus disiapkan KAI, dan menunggu arahan atau progress finalisasi bentuk keputuan tersebut dari regulator," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Senin (21/1/2019).

Prioritas

Agus menjelaskan, reaktivasi jalur Cibatu - Garut yang ditutup pada tahun 1982 sepanjang 19,3 kilometer akan menjadi prioritas untuk tahap awal reaktivasi jalur-jalur yang ada.

"Dengan reaktivasi, kemacetan di jalan raya dapat dikurangi, terjadi pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui kereta api, tercipta kemudahan akses ke lokasi wisata, dan hadirnya kepastian waktu dalam distribusi logistik," ujar dia.

Tahap awal pekerjaan rute Cibatu - Garut, lanjut Agus, telah dilakukan sosialisasi, mapping, pekerjaan area di Stasiun Cibatu, persiapan rebuilding Depo Lokomotif atau kereta, serta penertiban bangunan yang berada di sepanjang jalur.

Ini Rute Jalur KA Semarang-Yogyakarta via Borobudur Sepanjang 121 Km

"Dari 1.077 bangunan yang perlu ditertibkan, total terdapat 911 KK (Kepala Keluarga) yang akan mendapatkan uang bongkar," kata Agus.

Agus menyampaikan, hingga 16 Januari 2019 lalu, 218 KK atau 23,93 persen telah menerima uang bongkar yang diberikan melalui rekening bank.

"Setelah menerima uang bongkar, masyarakat secara sukarela membongkar bangunannya sendiri karena mereka menyadari bahwa bangunannya berada di atas aset KAI," kata dia.

Agus mengungkapkan, reaktivasi tahap satu rute Cibatu - Garut ditargetkan selesai di tahun ini.

"Mudah-mudahan reaktivasi tahap satu jalur Cibatu - Garut bisa rampung di akhir 2019. Tahun ini," kata dia. (Mela Arnani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Jalur KA di Jawa Barat Akan Difungsikan Kembali, Ini Penjelasan KAI"

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved