BBKP Bandara Soetta Tangkap WNA Bawa Ratusan Bibit Lada Impor Ilegal dari India

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang mengamankan ratusan bibit lada impor dari India.

BBKP Bandara Soetta Tangkap WNA Bawa Ratusan Bibit Lada Impor Ilegal dari India
istimewa
WNA India berinisial PSA (24) (tengah) tiba di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (20/1/2019) dan membawa ratusan bibit lada impor dari India. Kini WNA tersebut diamankan pihak Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). (Istimewa) 

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang mengamankan ratusan bibit lada impor dari India.

Prosesi penyitaan tersebut berlangsung di Terminal 2D Bandara Soetta.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BBKP Bandara Soetta, Imam Djajadi.

Ia menjelaskan penahanan dilakukan karena bibit impor asal India ini tidak dilengkapi Pythosanitarry Certificate (PC) dan tidak ada Surat Izin Pemasukan dari Kementerian Pertanian.

Ratusan bibit lada itu dibawa seorang Warga Negara Asing (WNA) India yang berinisial PSA (24).

Cuaca Minus 20 Derajat di Kanada, Penumpang United Airlines Terjebak 14 Jam di dalam Pesawat

Pemkot Jakut Siapkan Ribuan Karung Pasir untuk Antisipasi Banjir Rob

Pelaku tiba di Terminal 2D Bandara Soetta, Tangerang, Minggu (20/1/2019) kemarin.

"Saat ini barang bukti tersebut ditahan dan diamankan di Instalasi Karantina Tumbuhan guna proses karantina lebih lanjut," ujar Imam, Senin (21/1/2019).

Imam menerangkan jumlah benih bibit lada yang ditahan tersebut berjumlah 561 batang.

Selain bibit lada, petugas juga menahan sebanyak 1 kilogram umbi jahe.

"Ratusan bibit lada dibawa penumpang pesawat dari India dengan cara ditenteng," ucapnya.

Ia menyebut bibit tumbuhan tersebut berpotensi membawa Organisme Pengganggu Tanaman Karantina (OPTK).

VIDEO: Tandon Ciater Jadi Tempat Wisata Baru Warga Tangsel

VIDEO: Mendagri Ditipu, Uang Bantuan Bangun Musola Sekolah Ternyata Fiktif

Di antaranya serangga Longitarsus nigripennis, cendawan rosellinia necatrix dan phytophthora citropththora.

Lalu ada bakteri pseudomonas syringae pv syringae dan gulma cirsium arvense pada lada dan cendawan macrophomina phaseolina pada jahe.

"Beberapa OPTK tersebut merupakan OPTK golongan I yang tidak bisa disembuhkan dengan perlakuan karantina," kata Imam.

"Penahanan ini sekaligus menggugah kesadaran pada masyarakat akan bahaya besar yang terjadi terhadap sumber daya alam hayati yang dimiliki bangsa Indonesia apabila bibit tersebut berhasil masuk dan ditanam di wilayah Republik Indonesia," paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved