Abu Bakar Baasyir Boleh Bebas, LSM Ini Minta Tahanan RMS dan Tahanan Teroris Juga Bebas

ustaz Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan tanpa pengajuan grasi, maka atas nama keadilan, napi tahanan politik dan teroris

Abu Bakar Baasyir Boleh Bebas, LSM Ini Minta Tahanan RMS dan Tahanan Teroris Juga Bebas
Antara/Yulius Satria Wijaya
KUASA hukum capres Joko Widodo dan Maruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. 

Maluku Crisis Center (MMC), sebuah LSM yang bergerak di bidang HAM dan kemanusiaan di Maluku, meminta Presiden Joko Widodo membebaskan sejumlah tahanan politik yang terlibat kasus pengibaran bendera Republik Maluku Selatan (RMS) dan juga tahanan teroris asal Maluku, yang saat ini mendekam di Nusakambangan.

Permintaan ini disampaikan Koordinator MMC, Ikhsan Tualeka, menyusul rencana dibebaskannya Ustaz Abu Bakar Ba'asyir yang merupakan narapidana kasus terorisme.

“Atas nama keadilan dan kemanusiaan, kami juga bermohon kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar dapat membebaskan tahanan politik RMS dan narapidana teroris asal Maluku yang telah mengajukan grasi,” kata Ikhsan, saat menggelar konferensi pers, di Ambon, Senin (21/1/2019).

Dia menuturkan, pembebasan Ba'asyir tanpa syarat merupakan langkah maju penghormatan terhadap HAM dan nilai kemanusiaan yang patut diapresiasi oleh semua pihak.

“Untuk itu pula atas nama HAM dan kemanusiaan, kami meminta kepada Presiden untuk dapat membebaskan sejumlah tahanan politik dan tahanan teroris asal Maluku yang telah menjalani masa hukuman di atas 10 tahun,” ujar dia.

Ikhsan mengatakan, ada dua tahanan politik yakni Ruben Saija dan Johanis Saija, serta satu lagi napi terorisme yakni Idi Amin Tabrani Pattimura, yang telah mengajukan grasi namun belum juga direspons oleh Presiden.

Padahal, mereka telah menjalani masa hukuman lebih dari 10 tahun penjara.

“Kalau ustaz Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan tanpa pengajuan grasi, maka atas nama keadilan, napi tahanan politik dan teroris yang mengajukan grasi harus dibebaskan. Ini soal keadilan dan kemanusiaan, mereka telah mengajukan grasi itu artinya mereka telah meminta ampun atas perbuatannya,” kata dia.

Dia menambahkan, terkait masa hukuman yang dijalani para napi makar dan teroris asal Maluku, lembaga Amnesti Internasional dan Human Right Watch pernah menyampaikan sikapnya atas masalah tersebut.

“Menyadari bahwa kepemimpinan Pak Jokowi sangat menjunjung tinggi hukum keadilan dan HAM, maka bersama ini kami patut memohon kepada bapak Presiden untuk mengabulkan grasi para tahanan politik dan teroris asal Maluku. Bagi kami, keadilan untuk Maluku adalah keadilan untuk Indonesia,” ujar dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Diminta Bebaskan Tahanan Politik dan Napi Teroris asal Maluku ",

Penulis : Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty
Editor : Robertus Belarminus

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved