Pilpres 2019

Maruf Amin: Kalau di Bandung Raya Kalah, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un

Menurut Maruf Amin, Bandung Raya merupakan jantung Jawa Barat. Ia menilai pentingnya menang di Bandung Raya.

Maruf Amin: Kalau di Bandung Raya Kalah, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
TRIBUNNEWS/DENNIS DESTRAWAN
Calon wakil presiden 01 Maruf Amin di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/12/2018). 

CALON wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin optimistis akan unggul suara dari pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di wilayah Bandung Raya.

Bandung Raya meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Maruf Amin mengakui sulit menang di wilayah Bandung Raya. Bahkan, ia menyebut Bandung Raya masuk kategori zona merah.

"Di Bandung Raya ini daerah yang agak berat, masih (zona) merah, masih rawan," ujar Maruf Amin, saat melangsungkan pertemuan dengan sejumlah ulama di Pondok Pesantren Riyadlul Huda Ngamprah, Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (20/1/2019).

Anies Baswedan Minta Anak Buahnya Perbaiki Alat Semprot Agar Truk Sampah DKI Bersih Maksimal

Namun, mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini optimis setelah pertemuan dengan tokoh masyarakat dan para ulama, suara pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin Amin bisa menang di Pilpres 2019.

"Tapi saya agak yakin karena di sini banyak tokoh, banyak ulama yang tentu punya komitmen yang lebih. Saya berharap kunjungan ini, silaturahmi saya akan membawa semangat bagaimana memenangkan Pilpres," tutur Maruf Amin.

Menurut Maruf Amin, Bandung Raya merupakan jantung Jawa Barat. Ia menilai pentingnya menang di Bandung Raya.

Empat PHL Dinas Kebersihan DKI Main Judi Sambil Mabuk di Dekat Tempat Pembuangan Sampah

"Bandung Raya penting, jantungnya Jawa Barat. Kalau Bandung Raya kalah, Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un," tutur Maruf Amin.

Maruf Amin sempat bercerita menerima dukungan dari Jokowi untuk menjadi cawapres lantaran didorong oleh para ulama.

"Atas dorongan ulama, akhirnya saya berhijrah dari gerakan kultural menuju jalur struktural," ucap Maruf Amin. (Dennis Destryawan)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved