Sariman Pekerja yang Tewas Tergiling Mesin Baru Bekerja Beberapa Minggu

Dia baru kerja beberapa minggu, jadi bagian yang memasukkan limbah plastik ke mesin baru 2 hari, dia diajak teman satu kampung.

Sariman Pekerja yang Tewas Tergiling Mesin Baru Bekerja Beberapa Minggu
Warta Kota/Muhammad Azzam
Lokasi pengepulan di RT 02 RW 04, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi dipasang garis polisi. 

Sariman (36) merupakan pekerja yang tewas tergiling mesin pengolahaan sampah plastik di Perusahaan Dagang (PD) Laju Mandiri di Kampung Cisalak, RT02, RW04, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi ternyata baru bekerja beberapa minggu.

Hal itu diungkapkan warga setempat dan juga pekerja di tempat usaha lain yang lokasinya bersebelahan dengan lokasi kejadian pekerja yang tewas tergiling mesin pengolahaan sampah plastik.

"Dia baru kerja beberapa minggu, jadi bagian yang memasukkan limbah plastik ke mesin baru 2 hari, dia diajak teman satu kampungnya kerja," kata Kubil (56) warga yang tinggal di seberang lokasi pekerja yang tewas tergiling mesin pengolahaan sampah plastik.

Kubil mengatakan dirinya juga belum begitu mengenal dengan korban dikarenakan baru bekerja.

"Saya sosok korban belum tahu, cuman memang kalau saya lihat korban kayak orang bingung banyak pikiran gitu," ucapnya.

Lokasi pengepulan di RT 02 RW 04, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi dipasang garis polisi.
Lokasi pengepulan di RT 02 RW 04, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi dipasang garis polisi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Sementara, Eko pekerja di tempat usaha lain yang lokasinya bersebelahan dengan lokasi kejadian mengatakan saat kejadian itu merupakan hari kedua korban mengisi bagian yang memasukkan barang-barang limbah plastik ke dalam mesin daur ulang.

Korban mengantikan posisi pekerja lain yang sedang pulang kampung sebagai penggiling limbah plastik.

"Dia (Sariman) baru kerja, kemarin kejadian itu hari keduanya jadi yang memasukkan barang-barang bekas itu. Memang dia sendiri yang minta. Tadinya tuh sudah ada bagian yang gilingnya, kebetulan lagi pulang kampung yang giling jadinya ya tidak apa-apa dia kerja sebagai penggiling, awalnya bosnya sendiri yang giling," jelasnya.

Ia menilai meskipun belum lama bekerja korban dinilai ramah dan baik dalam berkomunikasi.

"Kalau saya bisa nilai memang korban ini ramah dan sering tegur sapa. Apalagi teman korban ada saat kejadian sampai nangis karena ia nilai orangnya baik dan asik," katanya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved