PT LIB Sulit Dapatkan Sponsor karena Kasus Pengaturan Skor

COO PT LIB Tigor Shalom Boboy, menjelaskan kondisi tersebut membuat sponsor hati-hati dalam meneken kerja sama dengan pihaknya.

PT LIB Sulit Dapatkan Sponsor karena Kasus Pengaturan Skor
topscore
Logo PT Liga Indonesia Baru (LIB) 

PT Liga Indonesia Baru (LIB), kesulitan menggaet sponsor untuk kompetisi musim 2019.

Hal ini karena pengungkapan sejumlah tersangka atas dugaan kasus match-fixing oleh Satgas Anti Mafia Bola.

COO PT LIB Tigor Shalom Boboy, menjelaskan kondisi tersebut membuat sponsor hati-hati dalam meneken kerja sama dengan pihaknya.

Sponsor tak mau dana yang diberikan sia-sia karena kondisi sepak bola sedang tidak kondusif.

"Kami belum bisa sampaikan karena kami masih menunggu kongres tahunan PSSI, dan hal yang terjadi ini pengaturan skor, karena hal ini mempengaruhi kepercayaan," kata Tigor.

Eden Hazard Siap Teror Pertahanan Arsenal

Kendati demikian, Tigor mengatakan tetap yakin pihaknya bisa mendapatkan sponsor. Menurutnya, PT LIB mempunyai rekam jejak yang bagus selama menjadi operator kompetisi sepakbola tanah air.

"Positif saja. Kami bukan setahun dua tahun. Terlepas dari ini, harus bikin menarik. Mereka [sponsor] hanya butuh jaminan. Jaminannya apa? Kami sangat mendukung [pemberantasan pengaturan skor]," ujarnya.

Sejauh ini Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan enam orang tersangka.

Mereka adalah Vigit Waluyo, komite eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota komite wasit Priyanto, Anik Yuni Artika Sari, anggota nonaktif komite disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, dan wasit Nurul Safarid.

Editor: Dewi Pratiwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved