Pedagang Kaki Lima

Pelaku Penyerangan Terekam CCTV, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kericuhan di Tanah Abang

Kepolisian Sektor Metro Tanah Abang menetapkan dua tersangka pasca pemeriksaan terkait kericuhan yang terjadi di Tanah Abang Kamis (17/1/2019) kemarin

Pelaku Penyerangan Terekam CCTV, Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kericuhan di Tanah Abang
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Sejumlah massa terlibat kericuhan, saat penertiban PKL di Tanah Abang oleh petugas Satpol PP, Kamis (17/1/2018). 

KEPOLISIAN Sektor Metro Tanah Abang menetapkan dua tersangka pasca pemeriksaan terkait kericuhan yang terjadi di Tanah Abang Kamis (17/1/2019) kemarin.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti memprovokasi untuk melakukan penyerangan.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Lukman Cahyono membenarkan akan penetapan kedua tersangka tersebut dalam kasus penyerangan Satpol PP saat penertiban di Tanah Abang Jakarta Pusat.

"Iya benar, dua orang kami tetapkan sebagai tersangka," kata AKBP Lukman, Jumat (18/1/2019).

Dikatakan Lukman, kedua tersangka diketahui berinisial EW (27) dan SE (54) yang merupakan pedagang kaki lima di kolong JPM Tanah Abang.

Keduanya terbukti melakukan penyerangan kepada Satpoll PP. Hal itu diketahui dari rekaman CCTV.

"Keduanya terekam kamera, mengacungi petugas dengan besi dan memprovokasi pedagang lain untuk menyerang pol pp," ujar Lukman Cahyono.

Hingga saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut untuk memburu pelaku lainnya yang diduga sebagai provokator.

Satu orang yang sebelumnya diamankan pada Kamis kemarin masih berstatus sebagai saksi lantaran tidak terbukti melawan petugas.

"Dua orang yang diamankan terekam bukti video memprovokasi, makanya jadi tersangka. Di video ada tongkat, batu yang dilempar ke mobil satpol pp termasuk kendaraan satpol pp yang spionnya pecah. Kita masih dalami motif ini," kata Lukman Cahyono.

Kedua tersangka dijerat Pasal 212 KUHP dengan ancaman penjara 1 tahun 4 bulan.

Karena terbukti melawan petugas saat tengah menjalan tugasnya.

"Keduanya dikenakan Pasal 212 karena melawan aparat yang sedang melaksanakan tugas. Itu tidak boleh dan ada pasalnya," ucap Lukman Cahyono. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved