Zeke Komitmen Terus Berkiprah Di Dunia Perfilman

Zeke sang penata musik handal berkomitmen untuk tidak berhenti berkarya

Zeke Komitmen Terus Berkiprah Di Dunia Perfilman
ist
Zeke 

WARTA KOTA, SENAYAN  -------  Panggil saja ia Zeke. Laki-laki pengagum pebasket NBA Isiah Thomas ini menutup tahun 2018 dengan gemilang. Meraih 2 penghargaan lewat film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak, sebagai penata musik terbaik di Festival Film Bandung dan Festival Film Indonesia. Zeke tak sendiri. Ia berduet bersama temannya Yudhi Arfani.

Pemilik nama asli Haris Khaseli Gumelar ini bukan orang baru di dunia perfilman, namanya sudah diperhitungkan sejak meraih citra kategori penata musik terbaik 2008 lewat film FIKSI.  

Itulah penghargaan pertama Zeke Khaseli, setelah itu suami dari artis film AADC Ladya Cheryl ini pernah memboyong penghargaan The Asia Pasific Film Festival 2013 dalam film What They Don’t Talk About Love dan nominasi di kategori yang sama untuk film Nay (2016) yang menyebut musik film atau musik dikategorikan Zeke sebagai hobi sekaligus kariernya saat ini.

“Pada tahun 2001 saya pernah mengerjakan album di Seattle, ketika itu saya baru lulus kuliah jurusan animasi di Art Institute of Seattle dan grup band saya namanya LAIN dan saya adalah pencipta lagu sekaligus vokalis, main guitar dan piano untuk band tersebut, dan di situlah saya menemukan diri saya sebagai pemusik, kemudian saya pulang ke Jakarta dan mengadakan launching album "Djakarta Goodbye", katanya.

Ketika itulah, ia mulai mengenal Joko Anwar, yang terkenal sebagai sutradara handal dan secara kebetulan bekerja sama dengan Joko Anwar menggarap film Arisan sebagai asisten sutradara Nia Dinata, “Saya asisten sutradara tiga dia asisten sutradara satu,” ujarnya.

Selera musik Zeke dan Joko yang cocok dan mengantarkan keduanya menjadi teman dekat, bahkan di film pertama arahan Joko Anwar berjudul Janji Joni (2005), Zeke diberikan kepercayaan membuat scoring film yang menjadikan musik adalah elemen penting dalam dunia perfilmnya dan dua tahun setelah itu,  bersama dengan partner band-nya di LAIN, Aghi Narottama, Zeke diberi kepercayaan menjadi penata musik dalam film Joko lainnya, KALA.

Perkenalannya dengan Mouly Surya (sutradara film Marlina) dikatakan Zeke juga langsung klik.

“Pada suatu saat saya diperkenalkan oleh co-producer Film Joko namanya Tia Hasibuan ke Mouly, dari pertemuan pertama kita sudah langsung nyambung dan Mouly langsung menawarkan saya jadi music composer”, ungkapnya saat dihubungi Kamis (17/1/2019).

Begitulah momen indah saat Zeke menemukan dirinya sebagai penata musik film,  Piala Citra pertama yang diperolehnya berjejer rapi menemani penghargaan lainnya di lemari kediaman ibunda tercinta di Jakarta.

Kendati nyaman bermusik di film, musik solo atau pun dengan band-nya tetap jalan. Zeke yang berdomisili di negeri Paman Sam pun berkomitmen untuk tidak berhenti berkarya. Jarak dan waktu tak menghalangi Zeke terus berkiprah di perfilman nasional atau bahkan internasional. 

Penulis: Nur Ichsan
Editor: m nur ichsan arief
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved