Artis Terjerat Narkoba

Pengacara Bilang Aris Idol Dipaksa Pakai Narkoba Agar Dapat Pekerjaan

JANUARISMAN Runtuwene alias Aris Idol ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Pengacara Bilang Aris Idol Dipaksa Pakai Narkoba Agar Dapat Pekerjaan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Aris Idol bersama dengan tersangka lainnya saat dihadapkan ke wartawan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok. 

JANUARISMAN Runtuwene alias Aris Idol ditangkap aparat Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Aris Idol kedapatan mengonsumsi narkotika jenis sabu di Apartemen Aston Rasuna, Jakarta Selatan.

Apartemen itu memang sengaja disewa untuk pesta miras bersama tersangka lainnya, yakni AS, AY, AM, dan YS.

Aris Idol Ngaku Dipakai Konsumi Narkoba Agar Dapat Job

Meski mengonsumsi sabu, Aris Idol mengaku dijebak dan terpaksa menggunakan narkoba agar dapat bekerja.

Hal itu disampaikan Zecky Alatas, pengacara Aris Idol, di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019).

"Saya dapat kabar dari Aris bahwa dia itu dijebak. Ada seseorang yang menjanjikan pekerjaan, ternyata oleh orang tersebut, Aris disuruh menggunakan (narkoba) dengan teman-teman lainnya. Kalau tidak menggunakan, dia tidak akan dibayar dan tidak akan diberikan pekerjaan tersebut," tutur Zecky.

Antispasi Macet Efek Debat Pilpres, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Hotel Bidakara

"Aris tidak menginginkan ditahan, tidak mau masuk penjara. Dia bilang 'Bang tolong bantu saya, agar bisa keluar. Karena kenapa? Saya ini tidak melakukannya, saya terpaksa'," sambungnya.

Aris idol pun menyampaikan kepada Zecky bahwa ia dipaksa menggunakan narkoba oleh Agnes yang saat ini masuk dalam DPO.

Sesaat sebelum penangkapan, Agnes berada di apartemen yang sama dengan Aris Idol dan empat orang lainnya.

Polisi Kesulitan Identifikasi Sidik Jari pada Bom Molotov di Rumah Pimpinan KPK, Ini Penyebabnya

"Informasi dari Aris, si inisial A itu ada di apartemen dan menggunakan juga. Setelah A menggunakan, A keluar katanya beli minuman. Enggak lama kemudian seperti itulah terjadi," katanya.

Polisi menyita barang bukti berupa satu bungkus plastik bening berisi kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,23 gram, satu unit bong, dan lima telepon genggam.

Kelimanya dikenai pasal-pasal 114 ayat (1) subsideir pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal 114 ayat (1) ancaman hukumannya lima hingga 20 tahun penjara, dan denda Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. Sedangkan pasal 112 ayat (1) ancaman hukumannya empat hingga 12 tahun penjara dan denda Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar. (Wahyu Firmansyah)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved