Peneliti Asal Australia Ungkap Bahwa Ormas di Indonesia Tidak Transparan Soal Pendanaan

Peneliti Australia, Ian Douglas Wilson mengaku Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berskala nasional kurang transparan untuk masalah sumber dana.

Peneliti Australia, Ian Douglas Wilson mengaku Organisasi Masyarakat (Ormas) yang berskala nasional kurang transparan untuk masalah sumber dana.

Hal tersebut dinyatakan dalam acara bedah buku karyanya berjudul Politik Jatah Preman di sebuah gedung, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Menurut peneliti yang sempat tinggal di Indonesia dalam pertukaran pelajar pada 1995 itu, beberapa Ormas berskala nasional dan punya relasi dengan lembaga negara seperti, Pemuda Pancasila (PP), cenderung tak transparan bila ditanya masalah sumber dana.

Namun menurutnya, Ormas yang berskala kecil dalam level kampung, cenderung mudah diketahui mengenai sumber dana.

Lazimnya Ormas-ormas level kampung memiliki sumber dana dari iuran para anggota dan bisnis kecil, seperti jasa keamanan dan berdagang.

"Kalau seperti hal umum di Indonesia untuk financing tidak begitu transparan. Sering ditanyakan soal itu, tapi saya nga begitu bisa menjawab. Kalau dari segi organisasi tingkat kampung, mungkin jaringan organisasi, mereka punya jasa keamanan. Mungkin dia punya usaha kecil, kaki lima dan sebagainya," kata Ian Douglas Wilson.

Sebagaimana diketahui, Ian Douglas meneliti beberapa ormas di Indonesia dari skala kecil hingga skala nasional.

Penelitian tersebut dimulai skitar tahun 2005.

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved