Pemkot Bekasi Bakal Perluas TPA Sumur Batu Imbas Sampah yang Tak Tertampung Lagi

Persoalan sampah di Kota Bekasi terjadi di antaranya karena minimnya jumlah truk sampah yang ada.

Pemkot Bekasi Bakal Perluas TPA Sumur Batu Imbas Sampah yang Tak Tertampung Lagi
Warta Kota/Ichwan Chasani
Ilustrasi. Puluhan pemulung menyabung nyawa dengan mengais sampah yang baru dibuang dari dump truk di TPA Sumur Batu. 

Pemerintah Kota Bekasi terus memperluas area Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Sumur Batu, Bantar Gebang.

Pasalnya, volume sampah terus bertambah sehingga tidak dapat lagi menampung.

Kepala Seksi Penanganan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Nazirwan mengatakan, pihaknya akan melakukan perluasan lahan 1,15 hektare dengan menelan anggaran sekitar Rp 7,6 miliar.

"Saat ini kita punya 21 hektare, itu sudah tidak menampung sampah. Kita akan perluas sekitar 1,15 hektare," katanya, Kamis (17/1/2019).

Ia menjelaskan, perluasan lahan TPSA Sumur Batu tersebut tahun ini dikarenakan besarnya volume sampah di Kota Bekasi yang mencapai 1.700 ton setiap harinya.

"Karena kurang lahan itu, banyak sampah di Kota Bekasi yang tidak terangkut, ada 1.000 ton sampah yang tidak terangkut," ucapnya.

Ia menambahkan selain memperluas lahan pihaknya juga melakukan upaya pengurangan sampah dari sumbernya dengan memanfaatkan pengelolaan Bank Sampah.

"Kita akan maksimalkan bank sampah yang ada dan akan kita tambah lagi. Kita sekarang punya 200 bank sampah yang aktif saja mampu mengelola 10-15 persen atau setara 100-150 ton sampah dari 1.000 sampah yang tidak terangkut itu," jelasnya.

Kendala lain, kata Nazirwan, persoalan sampah di Kota Bekasi terjadi karena minimnya jumlah truk sampah yang ada.

Pihaknya baru memiliki 240 unit, sehingga sampah hanya bisa diangkut sebanyak 600 hingga 700 ton per hari ke TPSA.

Padahal, idelanya untuk mengangkut seluruh sampah tiap harinya dibutuhkan 400 hingga 450 unit truk sampah.

"Dengan armada yang ada baru mampu mengangkut 40 sampai 45 persen sampah perkotaan saja atau sekitar 600 sampai 700 ton perhari," kata Nazirwan.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved