Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara Meneruskan Temuan Dugaan Tindak Pidana Pemilu

Bawaslu Jakarta Utara meneruskan temuan dugaan tindak pidana pemilu kampanye caleg DPRD DKI Jakarta.

Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara Meneruskan Temuan Dugaan Tindak Pidana Pemilu
Dokumentasi Bawaslu Jakarta Utara
Ketua Koordinator Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara Benny Sabdo (ketiga dari kiri), didampingi Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Jakarta Utara, Sali Imaduddin, di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019), saat melimpahkan perkara pelanggaran pemilu ini kepada pihak penyidik kepolisian 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Bawaslu Jakarta Utara meneruskan temuan dugaan tindak pidana pemilu kampanye caleg DPRD DKI Jakarta Partai Keadilan Sejahtera, Yusriah Dzinnun, ke tahap penyidikan.

Sebelumnya, Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Jakarta Utara telah melakukan penyelidikan terhadap perkara ini selama 14 hari kerja secara maraton.

Hasil penyelidikan Gakkumdu yang terdiri unsur Bawaslu, Penyidik dan Jaksa Penuntut Umum menyimpulkan kampanye pada 15 Desember 2018 sekira pukul 12.30 WIB di Jalan Luar Batang 3 No 9 RT 10 RW 03, Penjaringan, Jakarta Utara, diduga telah melanggar ketentuan UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Dugaan pelanggaran yang dimaksud adalah pelaksana dan/atau tim kampanye melibatkan aparatur sipil negara dalam kampanye dan aparatur sipil negara terlibat sebagai pelaksana dan/atau tim kampanye.

Hal itu dikatakan Ketua Koordinator Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara Benny Sabdo, didampingi Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Jakarta Utara, Sali Imaduddin, di Polres Metro Jakarta Utara, Rabu (16/1/2019) saat melimpahkan perkara pelanggaran pemilu ini kepada pihak penyidik kepolisian

Benny mengatakan, Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara telah menerima surat tanda bukti laporan, yang teregister dalam laporan Polisi No: LPB/02/K/I/2019/PMJ/RESJU, tanggal 16 Januari 2018, telah diterima dari Penyidik Gakkumdu Polres Metro Jakarta Utara AKP Bagus Bowowiyatmo, AIPDA Dwi Prasetyo dan Brigadir Dwi Aulia.

"Kegiatan kampanye tersebut ada pemberitahuan resmi kepada Polres Metro Jakarta Utara, tembusan kepada Bawaslu Jakarta Utara, dan dari hasil penyelidikan diduga dalam rangkaian acara kampnye tersebut telah melibatkan aparatur sipil negara di kantor Kementerian Agama Jakarta Utara," kata Benny dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Benny mengatakan, kegiatan kampanye sebagaimana dimaksud diduga melanggar Pasal 280 ayat (2) huruf f dan ayat (3) juncto Pasal 493 dan Pasal 494 UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Dalam perkara ini, ia menjelaskan ada tiga terlapor, dan mereka terancam dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda paling banyak Rp 12 juta.

Diduga Tak Netral Dalam Pemilu, Dua Kepala Dinas Dipanggil Bawaslu Kota Tangerang Selatan.

Spanduk Caleg Tina Toon Dirusak, Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara Telah Menerima Laporan

Gakkumdu Bawaslu Jakarta Utara Melimpahkan Perkara Tindak Pidana Pemilu

Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved