Tirta Ajukan Resign Jadi Sipir, Ingin Beralih Bisnis Narkoba

Keterlibatan seorang sipir dari salah satu rumah tahanan di Jakarta, menjadi bukti lemahnya lapas dalam memantau narapidana.

Tirta Ajukan Resign Jadi Sipir, Ingin Beralih Bisnis Narkoba
Warta Kota/Feryanto Hadi
Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Johny Latupeirissa saat merilis penangkapan jaringan narkoba di lapas di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). 

KETERLIBATAN seorang sipir dari salah satu rumah tahanan di Jakarta, yang menjadi bagian jaringan perdagangan narkotika, menjadi bukti lemahnya lapas dalam memantau narapidana.

Sipir bernama Tirta alias Dado (35), sebelumnya ditangkap BNNP DKI Jakarta menjadi bagian dari jaringan narkoba yang dikendalikan seorang narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Salemba.

"Sipir ini bertugas menyimpan narkoba jenis sabu. Dia mengaku sudah melakukannya sejak beberapa tahun lalu," ungkap Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Johny Latupeirissa di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).

Menurut pengakuan, kata Brigjen Johny, Tirta sebenarnya sudah mengajukan surat berhenti atau resign sebagai sipir.

Namun, hingga saat ini permintaan itu belum dikabulkan.

"Dia katanya sudah mau berhenti jadi sipir. Memilih jadi bagian jaringan narkoba. Tapi surat pengunduran inj belum disetujui," katanya.

Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Johny Latupeirissa saat merilis penangkapan jaringan narkoba di lapas di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019).
Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Johny Latupeirissa saat merilis penangkapan jaringan narkoba di lapas di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Sebagai sipir, Tirta disebut punya akses luas termasuk kepada para narapidana narkoba yang masih mengendalikan jaringan narkobanya dari dalam lapas.

"Tentu harapan kami temuan ini jadi evaluasi tentang pengawasan Lapas. Karena dari sipir yang ikut bermain seperti ini, mereka bisa membantu napi yang masih jadi bandar narkoba untuk tetap mengendalikan jaringannya. Biasanya mereka (oknum sipir) yang meminjamkan handphone kepada napi tersebut," tandas Johny.

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta mengungkap jaringan narkoba yang dikendalikan oleh narapidana di lembaga permasyarakatan (Lapas).

Satu sipir turut diamankan karena terlibat menjadi bagian dari jaringan pimpinan bandar berinisial R ini.

Selain itu, ditangkap pula residivis kasus narkoba bernama Soni yang pernah dipenjara di Nusa Kambangan, Jawa Tengah.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved