Pekerja Pelabuhan Dukung Pelindo II Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi JICT

Keputusan tersebut katanya merujuk pada hasil audit investigatif yang dilakukan BPK dalam kasus perpanjangan kontrak JICT pada 6 Juni 2017.

Pekerja Pelabuhan Dukung Pelindo II Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi JICT
Warta Kota/Dwi Rizki
Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Nova Sofyan Hakim dalam jumpa pers di Bakoel Coffe, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (16/1/2019). Nova Sofyan Hakim menegaskan seluruh pekerja mendukung penuh keputusan PT Pelindo II dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dalam perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT). 

Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Nova Sofyan Hakim menegaskan seluruh pekerja mendukung penuh keputusan PT Pelindo II dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dalam perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT).

Keputusan tersebut katanya merujuk pada hasil audit investigatif yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kasus perpanjangan kontrak JICT pada 6 Juni 2017.

Dalam audit tersebut, paparnya, BPK menemukan adanya penyimpangan dan pelanggaran aturan yang saling terkait, diantaranya perpanjangan kontrak JICT tanpa izin konsesi pemerintah, tanpa tender, tanpa RUPS dan tidak dimasukkan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).

Adanya dugaan tindak pidana korupsi tersebut terindikasi merugikan negara senilai lebih dari Rp 4,08 triliun.

"Audit investigatif itu telah diserahkan kepada aparat penegak hukum dalam hal ini KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) pada tanggal 17 Juli 2017," ungkap Nova.

Selain itu, hasil audit investigatif mengindikasikan bahwa akan jauh lebih menguntungkan bagi Pelindo II dan negara apabila JICT dikelola sendiri atau 100 persen dimiliki bangsa.

Sehingga pihaknya berharap kontrak pelabuhan JICT kepada Hutchison Hong Kong yang habis pada tanggal 27 Maret 2019 tidak kembali diperpanjang.

"Kadaulatan seperti keputusan PT Pelindo III yang tidak memperpanjang kontrak Dubai di Terminal Petikemas Surabaya, Jawa Timur," jelasnya.

Lebih lanjut dipaparkannya, BPK terbitkan hasil audit Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) kasus perpanjangan kontrak JICT tanggal pada 1 Desember 2015.

Menurut kesaksian anggota BPK, Achsanul Qosasih dalam rapat Pansus DPR tentang Pelindo II pada bulan Desember 2015, audit PDTT tersebut diminta oleh Kementrian BUMN lewat Pelindo II.

Disampaikan bahwa terdapat beberapa pelanggaran aturan, namun Hutchison tetap dapat melanjutkan kontrak dengan memenuhi kekurangan pembayaran.

"Seharusnya, permintaan audit PDTT diperuntukkan bagi rencana perusahaan yang tercantum dan tidak kontradiktif dengan audit investigatif yang bersifat final atas permintaan Pansus DPR tentang Pelindo II. Sehingga apabila Pelindo II mengikuti hasil audit PDTT tentu akan membuka celah hukum baru," jelasnya.

"Bagaimana mungkin keputusan besar perpanjangan kontrak JICT tidak ada dalam rencana jangka panjang perusahaan dan tanpa izin konsesi pemerintah, tapi Hutchison bisa melanjutkan kontrak dengan penambahan kekurangan bayar?," tanyanya.

Terkait hal tersebut, dirinya meyakini jajaran direksi PT Pelindo II tidak gegabah dalam memutuskan perpanjangan kontrak JICT. Pekerja pelabuhan mendukung penuh Pelindo II untuk menegakkan tata kelola pelabuhan yang baik dengan berorientasi kepada aturan Perundang-undangan dalam kasus kontrak JICT serta TPK Koja yang telah habis pada Oktober 2018.

"Kami juga percaya KPK akan terus bekerja serta tidak akan membiarkan kasus perpanjangan kontrak JICT jalan di tempat," tambahnya.

Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Nova Sofyan Hakim dalam jumpa pers di Bakoel Coffe, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (16/1/2019). Nova Sofyan Hakim menegaskan seluruh pekerja mendukung penuh keputusan PT Pelindo II dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dalam perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT).
Ketua Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Nova Sofyan Hakim dalam jumpa pers di Bakoel Coffe, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (16/1/2019). Nova Sofyan Hakim menegaskan seluruh pekerja mendukung penuh keputusan PT Pelindo II dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi dalam perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT). (Warta Kota/Dwi Rizki)
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved