Kecamatan Tanjung Priok Berharap Pengelola Jalan Tol Wiyoto Wiyono Bikin Akses Jalan

Akses jalan yang memadai sangat diperlukan untuk mengangkut sampah dari kolong tol Wiyoto Wiyono RW 08 Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kecamatan Tanjung Priok Berharap Pengelola Jalan Tol Wiyoto Wiyono Bikin Akses Jalan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Truk sampah tidak memungkinkan untuk digunakan lantaran sempitnya lokasi gundukan sampah. Selanjutnya sampah diangkut menuju TPS Waduk Cincin untuk kemudian dibawa ke Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. 

WARTA KOTA, TANJUNG PRIOK--- Akses jalan yang memadai sangat diperlukan untuk mengangkut sampah dari kolong tol Wiyoto Wiyono RW 08 Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selama ini akses jalan di kolong Tol Wiyoto Wiyono menjadi kendala proses pengangkutan sampah yang selalu berulang.

Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Tanjung Priok, Basrudin, mengatakan, saking sulitnya akses jalan, pihaknya hanya bisa mengerahkan gerobak motor untuk mengangkuti sampah di kolong tol.

“Kalau ada akses jalan, truk saya bisa masuk. Ini sudah sulit banget, akses jalan itu kesulitannya. Kalau bisa PT CMNP (pengelola) kooperatif bikinin jalan kalau mau bersih,” kata Basrudin, Selasa (15/1/2019).

Basrudin mengatakan, saking sulitnya akses, gerobak motor yang biasa digunakan mengangkut sampah pun terbalik.

Kondisi yang sulit dan ditambah licinnya jalan yang dilalui membuat petugas tidak mampu menguasai gerobak motor.

“Tadi gerobak motor ada yang kebalik saking licinnya jadi terpeleset. Tadi pas lewatin jembatan kecil kayu itu ambles, terus terbalik," kata Basrudin.

Basrudin mengatakan, kendaraan pengangkut sampah yang terbalik adalah milik Satpel LH Penjaringan.

Ia menduga pengemudi gerobak motor yang terbalik belum menguasai kondisi jalan yang sempit dan licin di kolong tol.

“Itu gerobak motor dari Penjaringan yang terbalik. Kalau pengemudi gerobak motor dari Priok sudah hapal medannya,” kata Basrudin.

Meskipun terbalik, gerobak motor milik Satpel LH Penjaringan itu masih bisa digunakan dan pengemudinya juga tidak mengalami luka-luka.

“Kebetulan pengemudinya lompat, kan itu ada pasir agak empuk. Gerobak motornya juga enggak rusak,” katanya.

Sejauh ini Basrudin mengaku tidak ada koordinasi antara pihaknya dengan pengelola jalan tol.

Padahal sebagai pemilik lahan, sudah seharusnya ada koordinasi supaya masalah sampah seperti ini tidak berlarut-larut.

“Sama sekali tidak ada (koordinasi). Justru saya sudah ngajak koordinasi melalui Whatsapp dan telepon enggak dijawab. Langkah khusus pasti kami tetap mengimbau pengelola jalan tol untuk menjaga lahannya. Karena itu kan aset mereka,” katanya.

Kadis Lingkungan Hidup Berencana Edukasi Warga Agar Tak Buang Sampah di Kolong Tol

Sebanyak 180 Meter Kubik Sampah Diangkut dari Kolong Tol Wiyoto Wiyono

Kapasitas TPST Bantargebang Kritis, 2021 Tak Mampu Menampung Sampah DKI Jakarta Lagi

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved