Masih Ada PKL di Tanah Abang, Pedagang Skybrigde Minta PKL Dipindahkan

Kehadiran PKL yang masih menempati area trotoar justru memberikan kesan negatif bagi keberadaan skybridge, untuk itu para pedagang berharap para PKL

Masih Ada PKL di Tanah Abang, Pedagang Skybrigde Minta PKL Dipindahkan
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kondisi Skybridge Tanah Abang setelah ditempati oleh para pedagang, Selasa (15/1). 

TANAH ABANG, WARTA KOTA -- Meski kehadiran Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau biasa dikenal dengan sebutan skybridge dirasakan bermanfaat bagi para pedagang, namun kehadiran PKL yang mangkal di bawah skybridge masih dikeluhkan.

Kehadiran PKL yang masih menempati area trotoar justru memberikan kesan negatif bagi keberadaan skybridge, untuk itu para pedagang berharap para PKL tersebut dipindahkan atau diberikan tempat.

Seperti yang diungkapkan oleh Uni (39) salah satu pedagang baju di skybridge. Meski dirinya dulu merasakan berdagang di area trotoar, namun setidaknya ia merasa kasihan dengan para PKL yang kerap kali harus berurusan dengan Petugas Satpol PP.

"Ya gimana ya mas, kita sih sama-sama pedangang binggung juga, mereka juga cari duit, kita juga cari duit, ya lebih baik menurut saya di cariin tempat, karena saya dulu juga berada di bawah sebelum pindah, jadi tahu rasanya gimana harus berhadapan dengan petugas," kata Uni, Selasa (15/1/2019).

Sejak pindah ke skybridge, Uni mengaku merasakan beberapa keuntungan setelah dirinya menjadi pedagang Skybridge, selain tidak kehujanan, omset yang dirasakan cukup lumayan dibandingkan saat dirinya berada di jalan.

Namun meski begitu, ia berharap kedapan tarif sewa tidak akan naik, meski saat ini tarif sewa perbulan sebesar Rp. 550 ribu. Menurutnya tarif tersebut masih tergolong tidak memberatkan para pedagang. Kini setidaknya ada 446 kios yang ada di skybridge.

"Ya kalo enakan pasti enak sini, ngak kehujanan, tempatnya juga enak, kalo untuk omset ya lumayan ini dari pada waktu dibawah, cuma harapannya tarif sewa kedepan jangan naik aja, itu aja sih," ujarnya.

Pantau warta kota, keberadaan para PKL dibawah skybridge memang masih terlihat menduduki area trotoar, meskipun beberapa spanduk larangan sudah dipasang dibeberapa titik-titik disekitar skybridge. Keberadaan para PKL pun beraneka ragam, baik penjual baju hingga makanan.

Bahkan beberapa diantara seperti penjual aksesoris dengan leluasanya mengelar lapaknya di atas trotoar, mereka merasa biasa saja tanpa ada rasa takut akan ditertipkan petugas meski mengetahui melanggar.

Saat ditemui, Idham (38) salah satu pedagang aksesoris merasa terpaksa berjualan diatas trotoar karena tidak punya pilihan dan tidak memilik tempat untuk berjualan. Tidak dapatnya lapak menjadi faktor dirinya harus terjun ke jalan, meski dirinya melanggar aturan.

"Tahu, cuma ya gimana, kita nyari makan, ngak jualan ngak makan," ujarnya.

Jika nantinya dipindahkan dirinya mengaku siap, namun biaya sewa jangan membuat pedagang tercekik, serta lokasi relokasi juga harus strategis, sehingga pedagang yang pindah juga merasa omsetnya kembali.

"Ya kalo dipindahin, mau mau aja, asal biaya sewa ngak mahal," ucapnya. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved