VIDEO: Kisah Mulyono, Driver Gojek Paling Senior dan Punya Nomor 001

Mulyono bahkan mendapatkan nomor karyawan 001 di Gojek, alias supir ojek online pertama di perusahaan penyedia jasa angkutan

Mulyono, pria berusia 52 tahun telah menjalankan profesi sebagai supir ojek online di Gojek hampir sembilan tahun.

Mulyono bahkan mendapatkan nomor karyawan 001 di Gojek, alias supir ojek online pertama di perusahaan penyedia jasa angkutan online yang berdiri sejak 2010 itu.

Berbagi cerita, Mulyono menjabarkan awal mula ia bergabung menjadi supir Gojek karena mendengar info mengenai adanya ojek yang bisa dipesan melalui call center.

Seminggu setelah mendaftar di Gojek, Pendiri Gojek, Nadiem Makarim mendatangai Mulyono di tempat biasa dia mangkal saat dulu menjadi ojek pangkalan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kebetulan tempat pangkalan Mulyono hanya berjarak satu kilometer dari kediaman Nadiem Makarim.

Setelah bergabung ia pun turut menjadi orang dibalik kesuksesan Gojek karena ia berhasi mengajak rekan-rekan ojek pangkalannya bergabung di Gojek.

“Pangkalan ojek sekilo dari rumah Nadiem, saya dapat info kemudian saya dipanggul seminggu kemudian, saya didatangi pak nadiem malah menawarkan ke saya ajak teman-temang gabung Gojek dari 15 orang pangkalan dua ikut gabung,” ujar Mulyono saat ditemui di Jiexpo Kemayoran, Sabtu(14/1/2019).

Mulyono juga megatakan kalau sekarang penumpang bisa dengan mudah didapatkan dulu pada awal Gojek berdiri penumpangnya paling dekat radius tujuh sampai delapan km dari tempat ia mangkal.

“Order jauh-jauh, call center bilang “minta tolong” nanti di SMS alamat lengkapnya. Radius terdekat 7-8 km. Bisa jemput dari pasar Cipete ke Pondok Indah, Pondok Labu,” kata Mulyono.

Selain itu Mulyono juga pernah mengalami intimidasi dari ojek-ojek pangkaan mulai dari dimaki, hingga ditimpuk golok pernah dialminya.

Dengan santai Mulyono pun mengatakan intimidasi tersebut merupkan makanan sehari-harinya hampir tiga tahun hingga akhirnya Gojek semakin populer.

“Sering diintimidasi opang (ojek pangkalan). Pernah dikejar ambil orderan di komplek. Pernah diacungi golok, ditimpuk. Makanan sehari-sehari selama tiga tahun,” kata Mulyono.

Kini Mulyono pun mendaptkan penghasilan per bulan sekitar Rp 3,4 juta atau seharinya sekitar Rp 200 ribu belum ditambah dengan bonus jika berhasil memenuhi 30 poin per harinya atau sekitar 16 sampai 20 pesanan.

Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved