Tim Gegana Ikut Selidiki Tanah Panas di Bekasi Sebabkan Kaki Tiga Bocah Melepuh

Tim Gegana Polda Metro Jaya ikut meneliti tanah yang mengandung panas di Kampung Kramat Blancong, Desa Segara Makmur, Tarumajaya, Bekasi.

Tim Gegana Ikut Selidiki Tanah Panas di Bekasi Sebabkan Kaki Tiga Bocah Melepuh
Warta Kota/Muhammad Azzam
Lokasi lahan yang diduga mengandung limbah minyak menyebabkan tiga anak mengalami luka bakar pada kaki di Kampung Kramat Blancong RT 01 RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. 

TIM penjinak bom atau Gegana dari Polda Metro Jaya ikut meneliti tanah yang mengandung panas di Kampung Kramat Blancong RT 01 RW 20, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Hadirnya tim Gegana itu menyusul adanya laporan tiga anak kakinya melepuh usai bermain di lahan kosong milik warga yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Bekasi dengan Jakarta Utara tersebut.

"Tadi sekitar pukul 15.30, tim Gegana ikut cek usai ada informasi tanah panas yang diduga tercemar limbah. Ikut cek karena ini masih ada keterkaitannya yang terjadi di Marunda Jakarta Utara. Sama kasusnya, jadi mereka cek juga yang di sini," kata Agus saat dihubungi Wartawan, Senin (14/1/2019).

AKP Agus menjelaskan, tim Gegana yang diterjukan itu bagian yang menangani penelitian limbah-limbah kimia.

"Jadi ini kan dugaan ada bahan kimia, mereka juga memiliki kepentingan melaksanakan tugas untuk meneliti tanah itu. Mereka punya laboratorium juga, itu memudahkan dalam penyelidikan juga," jelas Agus.

Agus menambahkan Tim Gegana Polda Metro Jaya yang hadir melakukan pengecekan itu sebanyak enam personil.

Mereka mengambil sampel tanah di lahan kosong untuk diteliti dan mencari tahu kandungan yang ada dalam tanah yang menyebabkan kaki tiga bocah itu alami luka bakar.

Dalam kasus itu, lanjut Agus ada berbagai pihak yang ikut menanganinya mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, dan Tim Gegana Polda Metro Jaya yang meneliti tanah tersebut.

"Jadi kami tunggu hasilnya seperti apa, semua masih diteliti. Termasuk untuk penanganan dan tindakan hukumnya, kita masih komunikasikan dengan Kementerian Lingkungan Hidup," kata AKP Agus.

Sebelumnya, kata AKP Agus, pihaknya mendapatkan laporan soal kejadian tersebut pada Kamis (10/1/2019) sore lalu.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved