Ruang Kelas Rusak Jadi Korban Truk Tanah, Murid SDN Bambu Apus Tetap Belajar

Meski satu ruangan kelas dan laboratorium komputer hancur tertimpa truk tanah proyek Tol Serpong-Cinere, aktivitas KBM di SD Negeri Bambu Apus 1 tetap

Ruang Kelas Rusak Jadi Korban Truk Tanah, Murid SDN Bambu Apus Tetap Belajar
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Ruang kelas SD 1 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, rusak setelah dihantam truk tanah proyek tol Sercin, Senin (14/1/2019). 

Laporan Wartawan Warta Kota, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTA KOTA - Meski satu ruangan kelas dan laboratorium komputer hancur tertimpa truk tanah proyek Tol Serpong-Cinere, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SD Negeri Bambu Apus 1, Pamulang, Tangerang Selatan, tetap berjalan seperti biasa.

Ruangan kelas yang luluh lantak itu merupakan ruang untuk siswa kelas 6 di SD Negeri Bambu Apus 1.

Kini setengah bangunannya hancur akibat truk pengangkut tanah itu tergelincir dan menimpa bangunan sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (13/1/2019) kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Taryono menjelaskan, SD Neger Bambu Apus 1 masih memiliki satu ruangan kosong yang dapat digunakan untuk siswa kelas 6 itu.

"Alhamdulillah KBM bisa seperti biasa, kami memiliki ruang kosong yang bisa dipakai untuk belajar. Ruang kelas yang rusak ada kelas 6, satu ruangan," ucapnya saat meninjau kondisi SD Negeri Bambu Apus 1, Senin (14/1/2019).

Taryono merinci, pihaknya sudah menginventarisir apa saja yang rusak akibat insiden itu.

Ruang kelas SD 1 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, rusak setelah dihantam truk tanah proyek tol Sercin, Senin (14/1/2019).
Ruang kelas SD 1 Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan, rusak setelah dihantam truk tanah proyek tol Sercin, Senin (14/1/2019). (Warta Kota/Zaki Ari Setiawan)

Di antara barang yang rusak di dalamnya adalah meja dan kursi siswa, satu set meja kursi vuru, papan tulis, empat set meja komputer beserta komputernya, alat peraga, angklung dan lainnya.

"Alhamdulillah kami sudah berkoordinasi dengan PT WK (Waskita Karya) pemegang proyek Jalan Tol Cinere-Serpong, sudah siap recovery," terang Taryono.

Truk yang melintas di SD Negeri Bambu Apus 1 memang kerap membuat was-was. Seorang guru kelas 2 di SD Negeri Bambu Apus 1, Yaya mengaku sangat khawatir mengajar di area yang dilintasi oleh truk-truk proyek Tol Sercin.

Yaya pun menganggap kondisi saat ini sudah lebih baik dengan pemasangan pagar di area sekolah, akan tetapi truk-truk besar yang melintas tetap dirinya khawatir saat mengajar.

"Kita setiap hari deg-degan. Itu dulu ngga ada pembatas, ini baru dipasang saja. Sebelumnya tanah bisa masuk kelas," ucapnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved