News

Prabowo Minta Pemprov DKI Cek Perizinan Griya Pijat di Kebayoran Lama

Prabowo pun meminta Pemkot Jakarta Selatan atau dinas terkait untuk melakukan pengecekan kembali terhadap tiga tempat tersebut.

Prabowo Minta Pemprov DKI Cek Perizinan Griya Pijat di Kebayoran Lama
Warta Kota
Griya Pijit.

Anggota DPRD DKI Jakarta, Prabowo Sunirman terkejut dengan beroperasinya kembali sejumlah griya pijat di Jalan Arteri Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan setelah sebelumnya ditutup oleh karena dugaan adanya praktik prostitusi.

Ia pun meminta agar pihak berwenang melakukan pengecekan kembali terhadap perizinan tempat yang kini sudah berganti n

Griya Pijit.
Griya Pijit. (Warta Kota)

ama itu.

“Kok bisa beroperasi lagi, dasarnya apa? Saya minta harus dilakukan pengecekan dasar beroperasinya tempat hiburan itu. Termasuk izin yang digunakan sekarang,” kata Prabowo Soenirman, anggota saat dihubungi, Minggu (13/1/2019).

Berdasarkan Pergub nomor 18 Tahun 2018, tempat hiburan yang melanggar Pergub yang dikeluarkan Gubernur Anies Baswedan itu berlaku surut.

Disebutkan, usaha industri pariwisata yang terbukti menjalankan praktik prostitusi, peredaran narkoba, dan perjudian, harus ditutup secara permanen.

Prabowo menyebut, boleh saja sebuah tempat usaha mengganti nama dan mengajukan izin baru. Namun, ia menggarisbawahi, izin yang dibuat harus beda nama pemilik serta tidak dalam bidang yang sama.

“Berganti nama boleh saja sejauh pemiliknya bukan orang yang dulu. Dan operasinya juga bukan di bidang yang sama ya,” tegasnya.

Karena itu, Prabowo pun meminta Pemkot Jakarta Selatan atau dinas terkait untuk melakukan pengecekan kembali terhadap tiga tempat tersebut.

Diberitakan sebelumna, sejumlah griya pijat yang ditutup Satpol PP karena kasus prostitusi dua bulan lalu, kini beroperasi lagi seperti semula.

Namun, tempat usaha hiburan yang kembali beroperasi tersebut sudah berganti nama. Griya pijat Gives misalnya, kini berganti nama menjadi Mr Braid. Sedangkan griya pijat dan spa 02, belum terpasang nama barunya .

Camat Kebayoran Lama Sayid Ali mengungkapkan, dari tiga tempat usaha yang ditutup, baru eks griya pijat 02 yang mengklaim telah mengantongi izin usaha baru.

“Tapi izinnya bukan dari PTSP. Katanya dari Kementerian Pariwisata. Ijinnya pun bukan griya pijat, tapi bar dan karaoke. Kalau yang Braid saya belum dapat kabar,” ujar Sayid Ali.

Satpol PP DKI Jakarta dan jajaran Kecamatan Kebayoran Lama menutup tiga usaha hiburan di Jalan Ateri Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Oktober 2018 lalu. Penutupan Griya Pijat Gives, NYX, dan O2 itu lantaran terbukti melakukan praktik prostitusi.

Penutupan itu didasarkan pada Pasal 38 Ayat 2 Huruf k Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata
Area lampiran

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved