Novel Baswedan Diteror

Polri Bantah Satgas Penanganan Kasus Novel Baswedan Bermuatan Politis

"Mungkin kebetulan saja dekat dengan pesta demokrasi. Tapi tidak ada kaitan sama sekali," kata Irjen Mohammad Iqbal.

Polri Bantah Satgas Penanganan Kasus Novel Baswedan Bermuatan Politis
Warta Kota/Henry Lopulalan
Penyidik KPK Novel Baswedan dengan pengawalan saat menuju ruang sidang untuk menjadi saksi dalam sidang kasus perintangan penyidikan perkara korupsi dengan terdakwa Lucas di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/1/2019). Sidang dengan terdakwa pengacara dari Eddy Sindoro itu beragendakan mendengarkan keterangan lima orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum salah satunya Novel Baswedan. 

POLRI membantah bahwa pembentukan satgas gabungan untuk menyelidiki kasus kekerasan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan memiliki motif politis.

"Mungkin kebetulan saja dekat dengan pesta demokrasi. Tapi tidak ada kaitan sama sekali," kata Kadivhumas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Ia menjelaskan bahwa pembentukan satgas tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi dari Komnas HAM.

"Rekomendasi Komnas HAM wajib kami tindak lanjuti. Nggak ada political framing," kata Mohammad Iqbal.

Dirinya juga meminta semua pihak untuk bersabar menunggu proses penyelidikan.

Mohammad Iqbal mengatakan, sudah ratusan petunjuk berkaitan alat bukti sudah  dilakukan, hotline, banyak info masyarakat yang dilaporkan ke Polda Metro.

Toko kimia sampai puluhan diperiksa. CCTV sudah diperiksa juga.

Puluhan saksi, hampir 90 orang sekian.

Bukan itu saja, bersama tim KPK untuk mensupervisi juga sudah dilakukan.

"Semua dalam progress. Setiap kasus beda karakteristikya, ada kasus cepat terungkap, tapi ada juga kasus lama terungkap," kata Mohammad Iqbal.

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved