Pemilu 2019

PKS Janji Perjuangkan Undang-undang Perlindungan Alim Ulama dan Tokoh Agama Jika Menang Pemilu

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) berjanji bakal mendorong Rancangan Undang-undang (RUU) perlindungan dan pemuliaan alim ulama, tokoh, dan simbol agama.

PKS Janji Perjuangkan Undang-undang Perlindungan Alim Ulama dan Tokoh Agama Jika Menang Pemilu
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Presiden PKS Sohibul Iman saat diperiksa di Polda Metro Jaya, Selasa (23/10/2018). 

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) berjanji bakal mendorong Rancangan Undang-undang (RUU) perlindungan dan pemuliaan alim ulama, tokoh, dan simbol agama.

Presiden PKS Sohibul Iman menuturkan, selama ini, partai yang diketuainya itu selalu memuliakan para kiai.

Berbagai nasihat para alim ulama pun, mulai dari pengelolaan rumah tangga hingga pengelolaan negara, selalu menjadi petunjuk bagi partai yang berbasis massa Islam itu.

KPK Diteror Sembilan Kali, Pegawai Duga Dilakukan Jaringan yang Sama

"Bagi kami alim ulama dan para habaib merupakan penunjuk jalan dan pemberi nasihat kepada kami. Apalagi, rasullah SAW mengatakan para ulama ini adalah pewaris para nabi," ujar Sohibul Iman, saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2019).

Atas dasar itu, Sohibul Iman mengatakan, jika PKS menang atau setidaknya memperoleh suara yang signifikan pada Pemilu 2019, maka dia berjanji akan memperjuangkan lahirnya RUU perlindungan dan pemuliaan alim ulama, tokoh agama, dan simbol agama.

"Bagi kami, alim ulama dan para tokoh agama mana pun, mereka memiliki peran yang sangat penting. Mereka harus diposisikan pada posisi yang terhormat dan terlindungi," tuturnya.

Jokowi: Empat Tahun Dibilang PKI Saya Diam Saja, Sekarang Semuanya Harus Diakhiri

Sebab, dengan adanya regulasi tersebut, Sohibul Iman meyakini Bangsa Indonesia akan menjadi negeri yang subur, makmur, dan adil. Tentunya, dengan tetap menghormati berbagai perbedaan yang ada di Indonesia.

"Semoga Indonesia bisa mewujudkan menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yang di dalamnya agama dimualiakan, dan kita semuanya hidup dalam harmoni, sekali pun kita memiliki banyak perbedaan agama di dalamnya," paparnya. (Ilham Rian Pratama(

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved