Petani di Banjar Berangus 2.236 Ekor Tikus Dalam Semalam

Sebanyak 2.236 ekor tikus yang berhasil ditangkap secara manual. Selanjutnya binatang pengganggu ini dikumpulkan dan dikubur.

Petani di Banjar Berangus 2.236 Ekor Tikus Dalam Semalam
banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Inilah ribuan ekor tikus di Desa Tambakhanyar yang berhasil ditangkap pada kegiatan gropyokan yang dilakukan. (banjarmasinpost.co.id/Idda Royani) 

Pemberangusan tikus makin digencarkan oleh kalangan petani di Kabupaten Banjar.

Bahkan di antara mereka rela begadang hingga menjelang subuh untuk memburu binatang perusak tanaman padi tersebut.

Kegiatan itu dilakukan oleh anggota Kelompok Tani Harapan Makmur dan empat poktan lainnya yang ada di Desa Tambakanyar, Kecamatan Martapura Timur.

Bersama kalangan penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat, mereka turun ke lokasi persawahan, Minggu (13/01/2019) malam hingga menjelang subuh atau sekitar pukul 03.00 Wita.

Kekayaan Pengemis Bernama Legiman Ini Capai Rp 1 Miliar Lebih, Ini Rinciannya

Kata Pengunjung, di Taman Piknik Anies Baswedan Bau Limbah dan Banyak Kotoran Hewan Liar

Turut serta pada kegiatan perburuan tikus (gropyokan) tersebut yakni dari unsur muspika, perwakilan dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Banjar, dan Dinas Peternakan dan Perkebunan Banjar.

Mereka bahu-membahu mengejar dan menangkap tikus secara manual dengan cara ditangkap dengan tangan atau dipukul pakai balok kayu.

Sedangkan tikus yang bersembunyi di pepohonan ditembak dengan senapan angin.

Tanpa menghiraukan lelah letih, mereka kembali turun ke sawah, Senin (14/01/2019) pukul 06.00 Wita hingga 09.00 Wita.

Kata Sandiaga, Isi Pidato Kebangsaan Indonesia Menang Prabowo Fokus di Lima Isu Utama

Prabowo dan Sandiaga Perdalam Point Materi dan Panelis Jelang Debat Pilpres 2019

Hasilnya lumayan, sebanyak 2.236 ekor tikus yang berhasil ditangkap secara manual. Selanjutnya binatang pengganggu ini dikumpulkan dan dikubur.

"Itu murni tangkapan yang dilakukan secara manual. Sedangkan pembasmian tikus melalui pengumpanan rodentisida (racun tikus) dan emposan tidak bisa terdeksi dengan jumlah hitungan. Jadi, tikus yang terbasmi jumlahnya jauh lebih banyak," ucap Kepala BPP Martapura Timur Budi Santoso.

Halaman
123
Editor: Panji Baskhara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved