Diskusi Publik Tokoin : Solusi Bisnis Untuk Akselerasi UMKM Dalam Pasar Berkembang

Diskusi publik ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan serta produktifitas sektor UMKM

Diskusi Publik Tokoin : Solusi Bisnis Untuk Akselerasi UMKM Dalam Pasar Berkembang
warta kota/nur ichsan
Tokoin menggelar acara diskusi publik dengan tema “Solusi Bisnis untuk Akselerasi UMKM dalam Pasar Berkembang, Senin (14/1/2019) di Jakarta. 

WARTA KOTA, TANAH ABANG  -------  Untuk mendukung pertumbuhan serta produktivitas sektor UMKM, Tokoin menggelar acara diskusi publik dengan tema “Solusi Bisnis untuk Akselerasi UMKM dalam Pasar Berkembang.

Sebagai pemilik jumlah UMKM terbanyak di wilayah Asia, Indonesia telah berhasil
melahirkan kurang lebih 57 Juta aktor bisnis UMKM. Dengan sangat disadari, kegiatan
ekonomi UMKM mampu meningkatkan hingga 60% PDB Indonesia, angka ini diprediksi akan mampu menyerap tenaga kerja hingga mencapai 97% dari jumlah yang ada saat ini.

Dalam diskusi ini, TOKOIN mengungkap sebuah gagasan bisnis, yang didasari semangat untuk membantu UMKM, melalui teknologi Blockchain, TOKOIN akan memberikan fasilitas untuk membangun kredibilitas bisnisnya melalui Digital Business Identity dan Digital Ledger yang merekam data transaksi sebagai valuable asset.

Turut menghadiri CEO Ralali.com, Joseph aditya mengungkap, kesamaan target market
antara TOKOIN dan Ralali.com, memberikan keyakinan dirinya akan kekuatan model bisnis TOKOIN, hal inilah yang melatar belakangi beliau bersedia menjadi salah satu advisor dalam project TOKOIN, beliau pun sepenuhnya akan mendukung dan tertarik untuk membawa Ralali.com sebagai Business partner pertama Tokoin,

“Saya melihat keberadaan Tokoin dapat sangat membantu perkembangan UMKM di
Indonesia, selama ini, UMKM belum memiliki pencatatan data transaksi yang real-time, akibatnya, akses mereka ke instansi finansial seperti pinjaman bank dan asuransi menjadi sangat sulit, Tokoin dapat merekam data transaksi baik langsung dari marketplace ataupun offline, dengan teknologi blockchain yang membuat kepemilikan data menjadi terdesentralisasi. Ini akan membantu UMKM untuk bisa terhubung dengan instansi-instansi finansial.” tutur Joseph Aditya, CEO Ralali.com.

Menjadi pembicara paling penting, Reiner Rahardja selaku CEO Tokoin memandang
permasalahan UMKM sebagai tanggung jawab bersama yang perlu solusi jangka panjang. Untuk percepatan akselerasi dan mengembangkan usaha, UMKM memang membutuhkan pendanaan, namun solusi jangka panjang yang berkelanjutan dapat dicapai dengan membentuk reputasi bisnis yang kredibel.

“Kami melihat bahwa inklusi ekonomi saat ini belum tercipta di Indonesia. Dengan Tokoin, yang berbeda dengan platform Fin-Tech Lending, kami membantu para UMKM dalam membuat credit scoring dalam bentuk agar mereka dapat membentuk reputasi bisnis. Sebagai pengusaha, saya sangat mengerti kesulitan para UMKM di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya. Melalui Tokoin kami berusaha untuk menjadi penghubung para UMKM untuk mendapatkan akses kepada instansi yang dapat mengembangkan bisnisnya seperti Bank, Asuransi, dan lain-lain”, ujar Reiner Rahardja, CEO Tokoin.

Perkembangan teknologi juga sangat memberikan pengaruh ke industri logistik terutama pada bidang supply chain. Hal ini juga semakin mendorong industri transportasi, logistik dan warehousing di Indonesia untuk saling berkolaborasi secara intensif. Teknologi blockchain memungkinkan untuk mengintegrasikan rangkaian proses supply chain dalam jaringan distribusi data yang efektif mendukung distribusi produk.

"Baik logistik dan supply chain juga dituntut untuk terus beradaptasi dengan kemajuan
teknologi, mengingat sektor ini adalah salah satu industri yang sangat didukung oleh
kemajuan teknologi untuk adaptasi metode dan prosesnya. Bagi Tokoin inilah tantangan untuk mengimplementasikan teknologi ini dalam proses supply chain MSME. Hingga nantinya bisa meningkatkan produktivitas MSME sebagai para pengguna Tokoin." ujar Hadi Kuncoro, CEO Grup of PowerCommerce.Asia yang hadir pada acara ini sebagai Pakar Supply Chain Indonesia.

Pada diskusi publik kali ini, Tokoin juga turut mengundang pakar Blockchain, Gunhee Lee, untuk mengemukakan perspektifnya mengenai tren pada industri Blockchain saat ini dan proyeksi mengenai adopsi platform Tokoin pada UMKM.

" Menurut saya Tokoin merupakan proyek berbeda, karena Tokoin bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan UMKM, yang akan mendorong adopsi pengguna dengan cepat dan penerapan yang tepat guna. Dengan menjawab kesulitan yang di UMKM, saya yakin Tokoin akan menjadi proyek blockchain yang sangat bermanfaat bagi dunia industri UMKM”, tambah Gunhee Lee, Pakar Blockchain dari Block Crafters yang berbasis di Seoul, Korea Selatan.

Pada era Revolusi Industri 4.0, keberadaan teknologi seperti Big Data, Artificial Intelligence, Internet of Things and blockchain telah mengubah sebagian besar ekosistem bisnis dan aktivitasnya. Bisnis bukan lagi hanya tentang jual beli saja, melainkan juga tentang platform ekonomi yang mereka gunakan, teknologi yang mereka gunakan untuk menangkap dan memanfaatkan data, atau seberapa cepat kegiatan ekonomi terjadi dalam ekosistem bisnis mereka. 

Acara diskusi publik ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran para pelaku usaha serta pemangku kedudukan agar terus bisa mendorong kemajuan UMKM untuk kepentingan ekonomi negara dengan memaksimalkan sumber daya dan aspek-aspek lain yang mendukung. Dengan berlangsungnya diskusi publik yang pertama kali diselenggarakan oleh Tokoin, Tokoin juga berharap agar semakin banyak pihak yang peduli dan turut berkontribusi dalam memajukan UMKM bersama Tokoin

Penulis: Nur Ichsan
Editor: m nur ichsan arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved