Tsunami Pantai Anyer

Masa Tanggap Darurat Tsunami Selat Sunda Dicabut, Ini yang Dilakukan Pemprov Banten

Pasca ditutupnya tanggap bencana tsunami, Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan kroscek langsung guna memastikan korban telah mendapat perawatan.

Masa Tanggap Darurat Tsunami Selat Sunda Dicabut, Ini yang Dilakukan Pemprov Banten
Warta Kota/Andika Panduwinata
Gubernur Banten Wahidin Halim kembali melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah Pemprov Banten terkait penanganan korban dampak tsunami Selat Sunda, Kamis (27/12/2018). 

PASCA ditutupnya tanggap bencana tsunami, Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan kroscek langsung guna memastikan seluruh korban bencana tsunami telah mendapat perawatan maksimal.

Pemprov Banten juga telah menyelesaikan pembayaran secara penuh di beberapa rumah untuk para korban yang telah ditangani di hampir 16 rumah sakit swasta dan negeri.

Sebagaian besar para korban yang dirawat kebanyakan telah kembali ke rumahnya masing masing.

"Dan jika masih ada yg dirawat dan memerlukan penanganan setelah masa tanggap darurat dicabut bisa diteruskan di RSUD Banten dan tetap gratis," ujar Wahidin, Minggu (13/1/2019).

Menurut Wahidin Halim, data terakhir yang diterimanya, para korban sudah tertangani dengan telah kembali ke rumah sebanyak 463 orang.

Pemprov setelah pasca tanggap bencana akan melakukan perbaikan rumah penduduk yang terkena bencana tsunami baik yang rusak total maupun yang rusak berat.

"Ada sebanyak 717 unit, pembangunannya akan menggunakan dana APBD Pemprov serta dana rekontruksi dari kementerian PUPR. Begitu pula untuk perbaikan rumah sedang dan ringan," ucapnya.

"Kalau untuk hunian sementara (Huntara) yang tersebar di berbagai wilayah sudah dan sedang dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten," sambung Wahidin.

Gubernur juga menjelaskan, bahwa bantuan kebutuhan bagi korban tsunami tetap akan disalurkan.

Dan seluruh Posko Bantuan telah ditutup bersamaan akhir masa darurat bencana.

Halaman
12
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved