CFD di Thamrin Makin Semrawut, PKL, Pengamen Hingga Pemulung Bebas Berkeliaran

KEGIATAN Car Free Day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, cukup memprihatikan.

CFD di Thamrin Makin Semrawut, PKL, Pengamen Hingga Pemulung Bebas Berkeliaran
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Pemulung dan gerobaknya leluasa hadir di jalur CFD Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019). 

KEGIATAN Car Free Day (CFD) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, cukup memprihatikan. Selain dipenuhi Pedagang Kaki Lima (PKL), pemulung dan pengamen membuat jalur CFD semakin sempit.

Pantauan Warta Kota, keberadan PKL yang menjajakan makanan terlihat menempati area trotoar maupun bahu jalan, sehingga mempersempit ruang para penguna CFD untuk berolahraga. Alhasil, banyak peserta CFD terpaksa melintasi jalur Bus Transjakarta.

Selain itu, sejumlah pengamen yang menggunakan boneka, sangat leluasa terjun ke jalur CFD, dan sesekali meminta uang kepada para warga yang tengah mengikuti kegiatan CFD yang digelar Minggu pagi tadi.

Robby Abbas Kenal Muncikari ES yang Ditangkap Bareng Vanessa Angel

Tidak adanya petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, dan petugas Dinsos, membuat sejumlah pemulung barang bekas juga tampak leluasa meletakkan gerobaknya di area CFD.

Anton (27), salah satu warga, menilai keberadaan PKL di area CFD tidak menganggu, justru dirinya menganggap keberadaan PKL bermanfaat bagi warga.

"Kalau saya sih mikirnya enggak masalah sih, lagian mereka ini kan di pinggir, dan keberadaan mereka juga saya rasa bagus. Karena kita kalau haus atau apa, bisa lebih deket belinya, ya sekalian wisata kuliner juga sekaligus olahraga," papar Anton, Minggu (13/1/2019).

Seorang pengamen boneka leluasa hadir di jalur CFD Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).
Seorang pengamen boneka leluasa hadir di jalur CFD Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019). (WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO)

Keberadaan PKL, lanjutnya, justru akan memberikan dampak bagi perekonomian warga sekitar. Namun, mengenai adanya pengamen dan pemulung, ia mengaku memang harus dilarang.

"Kalau PKL sih enggak masalah, kalau pemulung atau pengamen boleh ditertibkan, karena ganggu juga kan," ucapnya.

Berbeda dengan Anton, Trisna (35), warga lainnya, mengaku semakin hari kegiatan CFD semakin semrawut. Sebab, PKL yang tidak tertata dengan seenaknya menggelar dagangan tanpa mempedulikan warga.

Polisi Tangkap Buzzer Hoaks Tujuh Kontainer Surat Suara Tercoblos di Banten

Belum lagi, keberadaan pemulung yang sampai bisa masuk ke jalan yang digunakan warga untuk CFD, dan pengamen yang meminta uang kepada warga dan kerap memaksa.

"Intinya petugas itu tidak ada di CFD hari ini, jadi semakin semrawut. Kalaupun ada petugas, mereka tidak berani melakukan tindakan tegas," beber Trisna.

Keluhan terhadap semrawutnya CFD juga dikeluhkan Catrine Sari (24). Ketidakteraturan dalam CFD sangat menggangu warga seperti dirinya, yang mengamati perubahan dalam CFD.

"Beda sih menurut saya, zaman gubernur Ahok dengan Anies. Kalau Ahok, CFD sangat tertib tidak seperti ini, tidak ada petugas dan kalaupun ada juga tidak berani menertibkan. Hasilnya ya seperti ini, warga yang menjadi korban," paparnya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved