News

Anies Kembali Berpose Simbol Dua Jari

pose dua jari yang ditunjukkan Anies dalam potret membentuk simbol huruf C, sesuai dengan inisial Puskesmas Kecamatan Cilandak.

Anies Kembali Berpose Simbol Dua Jari
Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan 

Palmerah, Warta Kota. Dinyatakan tidak bersalah serta bebas dari tuntutan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan kembali melakukan pose dua jari.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Warta Kota/Anggie Lianda Putri)

Pose tersebut terlihat dalam potret yang diposting lewat akun instagramnya @aniesbaswedan; pada Sabtu (12/1/2019). Dalam potret, Anies yang didampingi sang Istri, Fery Farhati Ganis serta para pegawai Puskesmas Kecamatan Cilandak itu pun terlihat bangga dengan aksinya tersebut.

Bangga

Sekilas terlihat, pose dua jari yang ditunjukkan Anies mirip dengan pose dua jari khas pendukung Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Namun apabila dicermati, pose dua jari yang ditunjukannya sedikit berbeda.

Sebab, pose dua jari, kombinasi ibu jari dengan jari telunjuk; khas pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tegak membentuk simbol centang, sedangkan pose dua jari yang ditunjukkan Anies dalam potret membentuk simbol huruf C, sesuai dengan inisial Puskesmas Kecamatan Cilandak.

Walau tidak dinyatakan secara lugas maksud dari pose dua jari yang ditunjukkannya itu, lewat status Instagramnya Anies memuji kinerja Kepala Puskesmas Cilandak, dr. Luigi dan pegawai Puskesmas Kecamatan Cilandak.

Pasalnya, dr. Luigi dan timnya berhasil menciptakan aplikasi e-jiwa, aplikasi mobile yang mampu mendeteksi kecemasan, tingkat stres hingga gangguan kejiwaan yang terintegrasi dengan sistem pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

"Pemprov DKI terus-menerus meningkatkan kecepatan, kinerja, dan pelayanan. Kami mendorong ASN DKI untuk menghadirkan terobosan-terobosan di semua bidang, jadi tidak terbatas hanya pada bidang pemerintahan," tulis Anies.

"Kepala Puskesmas Cilandak, dr. Luigi dan timnya menciptakan aplikasi e-jiwa untuk mendeteksi gangguan kejiwaan dan membuat perawatan kejiwaan terintegrasi," tambahnya.

Lewat inovasinya tersebut, dr. Luigi katanya mendapatkan penghargaan sebagai tokoh berprestasi oleh salah satu media nasional. Aplikasi kesehatannya pun kini mulai dikembangkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta agar dapat diterapkan di seluruh puskesmas daerah DKI Jakarta.

"Dari inovasinya dr. Luigi mendapat apresiasi sebagai Tokoh Metro 2018 pilihan @tempodotco. Aplikasi e-jiwa kini sedang dikembangkan @dinkesdki untuk dipergunakan juga oleh puskesmas se-Jakarta secara bertahap," tulis Anies.

"Terima kasih dr. Luigi dan teman-teman di Puskesmas Cilandak, kami tunggu terobosan-terobosan selanjutnya!," tambahnya.

https://www.instagram.com/p/BshOjskHJYW/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=dbb6d66rheut

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved