Gundukan Tanah yang Diduga Merupakan Limbah di Marunda Akhirnya Dipindahkan

Pemindahan dilakukan oleh sekitar 30 petugas dari PPSU Kelurahan Marunda dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Cilincing.

Gundukan Tanah yang Diduga Merupakan Limbah di Marunda Akhirnya Dipindahkan
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Gundukan tanah diduga limbah itu akan dipindahkan dari sekitar Blok B ke Blok A Rusun Marunda dengan menggunakan truk. 

Gundukan tanah diduga limbah di sekitar Blok B Rusun Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (12/1/2019) dipindahkan.

Keputusan pemindahan tersebut diambil setelah mendapat keluhan dari warga setempat.

Pemindahan dilakukan oleh sekitar 30 petugas dari PPSU Kelurahan Marunda dan Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Cilincing.

Gundukan tanah diduga limbah itu dimasukkan ke dalam karung dan diangkut menggunakan truk.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penataan Hukum Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Mudarisin mengatakan, pemindahan menindaklanjuti keluhan warga yang merasa terganggu dengan temuan tersebut.

“Kita memindahkan barang bukti yang berupa tanah diduga Spent Bleaching Earth (SBE) ini, kita pindahkan ke lokasi lain yang lebih aman karena ada keluhan warga,” ucap Mudarisin, Sabtu (12/1/2019).

Gundukan tanah diduga limbah itu akan dipindahkan dari sekitar Blok B ke Blok A Rusun Marunda dengan menggunakan truk.
Gundukan tanah diduga limbah itu akan dipindahkan dari sekitar Blok B ke Blok A Rusun Marunda dengan menggunakan truk. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Mudarisin mengatakan gundukan tanah diduga limbah sisa pengolahan minyak goreng dikeluhkan karena mengakibatkan warga sekitar yang melintas, tergelincir pada saat berjalan kaki maupun ketika bersepeda.

“Selain itu bau, bau yang kita hirup sekarang ini. Yang kita rasakan sekarang ini, bau minyak goreng menguap. Kalau ada orang yang nggak masalah sama bau minyak goreng menguap sih nggak apa-apa, tapi ada orang yang alergi pada bau ini,” katanya.

Selanjutnya, gundukan tanah diduga limbah itu akan dipindahkan dari sekitar Blok B ke Blok A Rusun Marunda dengan menggunakan truk.

Pemindahan sekaligus juga untuk memudahkan pengawasan terhadap temuan tersebut.

“Nanti disatukan. Di sana relatif aman karena tidak ada kegiatan mondar-mandir masyarakat yang lalu lalang bersepeda maupun jalan kaki,” ungkapnya.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved