Pilpres 2019

Dradjad Ungkap Banyak Dana Tersedot Saat Proyek LRT Telan Rp 500 Miliar Per Kilometer Diungkap JK

Siapa konsultan yang memimpin ini, sehingga biayanya Rp 500 miliar per kilometer? Kapan kembalinya kalau dihitungnya seperti itu?

Dradjad Ungkap Banyak Dana Tersedot Saat Proyek LRT Telan Rp 500 Miliar Per Kilometer Diungkap JK
Warta Kota
Ekonom, Dradjad Wibowo soroti proyek infrastruktur yang menyedot dana dari berbagai sektor. 

Keanehan dan terkuaknya dugaan mark up proyek infrastruktur pernah disampaikan sebelum ini oleh Prabowo Subianto kemudian dirinci Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah.

Hal itu kembali meledak, saat Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) menilai, adanya inefisiensi proyek yang memicu banyak persoalan itu di antaranya menciptakan banyak sekali kemacetan di berbagai titik.

Tentu saja, situasi ini sangat merugikan rakyat banyak karena seharusnya dengan tidak menggunakan konstruksi elevated yang menelan Rp 500 miliar setiap kilometer (km) itu angka yang diungkap JK, sangat fantastis.

Belum lagi kerugian yang ditimbulkan di saat proyek itu dilaksanakan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga ekonom, Dradjad Wibowo menguraikan banyaknya dana tersedot untuk merealisasikan proyek yang sangat jor-joran itu.

Proyek itu memang terkesan monumental karena dibangun elevated, sehingga dengan mudah tampak wujudnya.

Meski demikian, Dradjad dalam diskusi di TV One, menjelaskan betapa hal itu tidak seimbang dengan banyaknya anggaran yang disedot ke sana.

"Dana yang harusnya berputar di masyarakat itu tersedot ke sana," katanya.

Menurut Dradjad Wibowo, ada yang sangat kritis, sekarang.

"Dana BPJS tersedot ke sana, Dana Haji tersedot ke sana. Itu adalah realitas yang kita harus akui," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Gede Moenanto Soekowati
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved