Bila Rusia Menyerang dengan Rudal Balistik Hipersonik, AS Tak Akan Mampu Menghentikannya

Saat ini Negeri "Uncle Sam" kalah dari Rusia yang sudah memperkenalkan rudal balistik hipersonik bernama Avangard. Bahkan penangkalnya pun belum ada.

Bila Rusia Menyerang dengan Rudal Balistik Hipersonik, AS Tak Akan Mampu Menghentikannya
sputniknews.com from youtube
GRAFIS komputer yang memperlihatkan rudal balistik hipersonik Rusia bernama Avangard melesat melewati atmosfer Bumi. 

SISTEM pertahanan Amerika Serikat ( AS) disebut tak akan bisa menghadapi senjata hipersonik Rusia.

Pernyataan itu disampaikan pensiunan jenderal sekaligus mantan Kepala Staf Komando Utara AS di Ohio, Howard "Dallas" Thompson.

Dalam tulisannya di The Hill Kamis (10/1/2019), Thompson menuturkan para pejabat militer AS tidak mengembangkan sistem pertahanan mumpuni untuk menghadapi senjata hipersonik.

Jika AS Melanggar Lagi, China Akan Tabrakan Kapalnya ke Kapal Perang AS

AS Terancam Kalah jika Perang Lawan Rusia dan China, Kecuali Lakukan Ini

Dilansir Russian Today Jumat (11/1/2019), di AS terdapat desakan untuk segera mengembangkan senjata hipersonik guna meningkatkan pertahanan mereka.

Namun, saat ini Negeri "Uncle Sam" kalah dari Rusia yang bahkan sudah memperkenalkan rudal balistik hipersonik bernama Avangard.

Pada Desember 2018, Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim Avangard sukses diuji coba, dan bakal segera diaktifkan pada tahun ini.

AS juga disebut kalah dari China yang gencar menggelar uji coba senjata hipersonik sepanjang 2018. Sementara AS terakhir pada satu dekade silam.

Terbang 27 Kali Kecepatan Suara

Saat ini, sensor maupun radar Badan Pertahanan AS dikembangkan dengan satu tujuan; menghentikan rudal balistik antar-benua (ICBM) seperti milik Iran atau Korea Utara (Korut). Karena ICBM mempunyai jalur terbang yang bisa diprediksi, sistem pertahanan AS seperti Patriot maupun THAAD bisa menghentikannya.

Namun kondisi tersebut tak bisa ditemukan pada senjata seperti Avangard yang diyakini bisa terbang 27 kali kecepatan suara.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved