Pemilu 2019

Tabloid Obor Rakyat Bakal Terbit Lagi, Polisi Serahkan ke Dewan Pers

KEPOLISIAN buka suara soal rencana bakal kembali terbitnya tabloid Obor Rakyat jelang Pilpres 2019.

Tabloid Obor Rakyat Bakal Terbit Lagi, Polisi Serahkan ke Dewan Pers
dok. google
tabloid Obor Rakyat 

KEPOLISIAN buka suara soal rencana bakal kembali terbitnya tabloid Obor Rakyat jelang Pilpres 2019.

Kepala Biro Penerangan Masyarakay Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya menyerahkan hal tersebut kepada Dewan Pers sebagai lembaga yang punya otoritas.

"Itu sangat tergantung dengan Dewan Pers yang berwenang mengawasi media itu," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo Sedang Direnovasi, CCTV Tak Berfungsi Sejak Dua Bulan Lalu

Dedi Prasetyo mengatakan, pihak kepolisian siap membantu Dewan Pers jika ada rekomendasi dari pihak terkait.

"Kalau ada rekomendasi ke polisi bisa disidik ya kami sidik. Kami siap dan itu tergantung Dewan Pers yang meng-assessment itu," jelasnya.

Sebelumnya, rencana terbitnya Obor Rakyat disampaikan oleh pemimpin redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono, seusai menghirup udara bebas pasca-menjalani vonis hukuman penjara 8 bulan.

KPK Diteror Sembilan Kali, Pegawai Duga Dilakukan Jaringan yang Sama

Dikutip dari Kompas TV, Setiyardi dan timnya tengah menyiapkan format tampilan Obor Rakyat agar lebih mudah diterima pembaca di Tanah Air. Ia pun mengaku rencana penerbitan kembali Obor Rakyat mendapat dukungan dari sejumlah tokoh nasional.

Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setyardi Budiono dan Redaktur Pelaksana Obor Rakyat H Darmawan Sepriyosa ditangkap Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat pada 8 Mei 2018.

Kedua orang tersebut telah dijatuhi pidana selama masing-masing 8 bulan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No  546 K/Pid.sus/2017 Tanggal 1 Agustus 2017, atas perbuatannya melakukan pelecehan melalui tulisan di tabloid tersebut terhadap Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Jokowi: Empat Tahun Dibilang PKI Saya Diam Saja, Sekarang Semuanya Harus Diakhiri

Pada pertengahan 2014, Setyardi selaku pemimpin redaksi tabloid Obor Rakyat dan redaktur pelaksananya, Darmawan, telah dilaporkan dengan tuduhan penghinaan dan fitnah terhadap Jokowi melalui tabloid tersebut.

Tabloid itu disebarkan ke masjid-masjid dan pondok pesantren di sejumlah daerah di Pulau Jawa. Dalam tabloid itu termuat paparan bahwa Jokowi merupakan keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing.

Keduanya kemudian dihadapkan ke persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan dakwaan melanggar Pasal 310 Ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Reza Deni)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved