Sempat Ditutup Pemkot, Griyat Pijat di Kebayoran Lama Beroperasi Lagi dengan Nama Baru

Sejumlah griya pijat di kawasan Kebayoran Lama yang ditutup Satpol PP karena kasus dugaan prostitusi dua bulan lalu, kini beroperasi lagi

Sempat Ditutup Pemkot, Griyat Pijat di Kebayoran Lama Beroperasi Lagi dengan Nama Baru
Warta Kota/Feryanto Hadi
Griya pijat Gives yang ditutup Satpol PP, kini berganti nama menjadi Braid. 

SEJUMLAH griya pijat di kawasan Kebayoran Lama yang ditutup Satpol PP karena kasus dugaan prostitusi dua bulan lalu, kini beroperasi lagi seperti semula.

Rigan (31), seorang warga sekitar menyatakan, beroperasinya panti pijat itu sejak awal Januari 2019. Namun, hingga saat ini, ia menyatakan belum banyak lagi pelanggan yang datang ke sana.

"Ya buka lagi, tapi pada ganti nama. Pengunjungnya juga masih sedikit kalau saya lihat," ungkapnya ditemui pada Jumat (11/1/2019).

Griya pijat Gives misalnya, kini berganti nama menjadi Braid. Sedangkan griya pijat dan spa 02, belum terpasang nama barunya .

Camat Kebayoran Lama Sayid Ali menyatakan, dari tiga tempat usaha yang pernah ditutup, baru eks griya pijat 02 yang mengklaim telah mengantongi izin usaha baru.

“Tapi izinnya bukan dari PTSP. Katanya dari Kementerian Pariwisata. Ijinnya pun bukan griya pijat, tapi bar dan karaoke. Kalau yang Braid saya belum dapat kabar,” ujar Sayid Ali.

Griya pijat Gives yang ditutup Satpol PP, kini berganti nama menjadi Braid.
Griya pijat Gives yang ditutup Satpol PP, kini berganti nama menjadi Braid. (Warta Kota/Feryanto Hadi)

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengatakan, sejumlah griya pijat di Kebayoran Lama yang ditutup karena melakukan praktik prostitusi, sudah mengantongi izin baru.

“Jadi mereka bersurat pengajuan izin baru, ganti nama, ke PTSP, Dinas Pariwisata dan Satpol PP DKI,” katanya.

Namun, Ujang mengaku tidak mengetahui secara spesifik perizinan usaha yang diberikan karena dia belum menerima tembusannya.

“Sebelum dibuka lagi mereka bikin pernyataan, kalau ditemukan ada asusila, perjudian dan narkoba tidak ada ampun langsung ditutup,” kata Ujang

Satpol PP DKI Jakarta sebelumnya menutup tiga usaha hiburan di Jalan Ateri Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Oktober 2018 lalu. Penutupan Griya Pijat Gives, NYX, dan O2 itu lantaran terbukti melakukan praktik prostitusi.

Penutupan itu didasarkan pada Pasal 38 Ayat 2 Huruf k Peraturan Gubernur Nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved