Petugas Bongkar Sarang Ular Raksasa Pemakan Manusia di Pemukiman Padat di Jagakarsa Jakarta Selatan

Sarang Ular Raksasa Pemakan Manusia di Tengah Pemukiman Padat Jagakarsa Jakarta Selatan Dibongkar

Petugas Bongkar Sarang Ular Raksasa Pemakan Manusia di Pemukiman Padat di Jagakarsa Jakarta Selatan
humasjakfire
Sarang ular dibongkar di Jagakarsa Jakarta selatan 

Dua belas dari jumlah tersebut masih hidup bebas, sedangkan satu jenis lagi sudah punah.

Sebagian besar ular piton hidup di daerah dataran tinggi dan tersebar hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia. 

Ular sanca biasa hidup di hutan yang penuh dengan semak belukar.

Sebagian hidup di atas pohon dan sebagian lagi hidup di atas tanah.

Sanca yang hidup di tanah memiliki usia yang lebih panjang dibandingkan dengan usia sanca yang hidup di pohon.

Ular sanca sepanjang 4 meter yang ditangkap warga di rumah kontrakan warga di Jalan Budi Mulia, RT 015/RW 012, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (4/9/2018).
Ular sanca sepanjang 4 meter yang ditangkap warga di rumah kontrakan warga di Jalan Budi Mulia, RT 015/RW 012, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (4/9/2018). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Ukuran tubuh sanca tanah juga biasanya lebih panjang dibandingkan dengan sanca pohon.

Dari kedua jenis sanca tersebut, ciri-ciri pembeda yang paling kelihatan adalah warna kulitnya.

Sanca tanah berwarna gelap, sedangkan sanca pohon berwarna cerah dan mencolok.

Meski piton bukan termasuk ular yang berbisa, dia memiliki taring yang sangat tajam dan panjang.

Ini membuat ular ini dapat mengoyak mangsanya dengan mudah.

Halaman
1234
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved